Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tentang Hidup

Tak masalah ada di pihak mana anda berdiri (pekerja keras, orang yang beruntung, orang sial, miskin, bodoh, pintar atau apalah), yang terpenting yang harus kita miliki adalah kemampuan untuk mengambil hikmah dari setiap momen yang terjadi dalam hidup kita (Rofa: 2010)

Mayoritas Manusia

Kebanyakan orang ingin pergi ke tempat tertinggi dalam kehidupan ini. Tanpa mereka sadari bahwa tempat tertinggi itu menjadi tempat terendah ketika mereka menginjaknya (Rofa: 2011)

Antara Tuhan dan Kita

Salah satu bentuk rasa syukur kita yang tertinggi pada tuhan tentang akal adalah membiarkan otak kita berman-main dengan bermacam-macam ide dan berusaha menuliskannya sebagai suatu kesimpulan yang dapat digunakan oleh orang lain sebagai suatu referensi, bukan sebagai kitab suci (Rofa: 2010)

Stereotipe Negatif

Apalah artinya kekurangan dan kelemahan, jika ada hati yang menerima kita apa adanya (Rofa: 2009)

Lalu

Pada akhirnya kita semua akan menjadi pahlawan dari kisah hidup kita sendiri (Rofa: 2013)

Rabu, 07 Oktober 2015

Ebook Cognition (Margaret W. Matlin)

Tanggal terbit: 07 Oktober 2015

Pada kesempatan ini saya akan membagikan ebook dari buku Cognition karya Margareth W. Matlin. Bertentangan dengan hati nurani juga sebenarnya karena ini meruakan bentuk pelanggaran hak cipta. Semoga buku ini bisa dimanfaatkan untuk kemjuan peradaban dunia. Jadi walaupun ilegal tapi masih bisa bermanfaat.



Cover Buku Cognition

Spidol adalah Sisi Romantisku, Papan Tulis adalah Kanvasku

Tanggal terbit: 07 Oktober 2015

Spidol adalah sisi romantisku, dan papan tulis adalah kanvas terbaik milikku. Tempat dimana aku bisa menunjukkan cintaku pada muridku (Rofa Yulia Azhar, 2015).

Ini senjataku ketika mengajar. 8 buah spidol warna. Kadang pusing juga ketika mau pakai. Kadang kebanyakan pakai warna merah. Mungkin karena merah memang warna favorit.

Spidol adalah sisi romantisku, dan papan tulis adalah kanvas terbaik milikku. Tempat dimana aku bisa menunjukkan cintaku pada muridku.

Menurutku tidak ada media pembelajaran seefektif dan seaplikatif papan tulis. Lewat papan tulis, sebuah DNA yang rumit pun bisa jadi dipahami. Lewat papan tulis juga cinta yang bertepuk sebelah tangan bisa dijelaskan.

Maaf, bukan melecehkan yang suka pakai media pembelajaran lain. Tapi kadang sekarang sudah kebablasan.

Terutama yang sering pakai slide power point. Salah kaprah. Isi slidenya tulisan semua. Cuma mindahin dari buku. Tanpa disadari, kalau kayak gitu, guru ya enggak usah ngajar juga enggak apa-apa. Tinggal baca aja di slide. Konyol kan!

Dulu aku ingin jadi ilmuan, ternyata tidak tercapai. Mungkin saja muridku nanti yang bisa menggapainya. Semoga pendidikan di Indonesia semakin baik. Ya, baik-baik saja.

^_^

Selasa, 06 Oktober 2015

Kasus 1: Berhenti Memandang Rendah Kemampuan Anakmu!

Tanggal terbit: 06 Oktober 2015

*Rubrik kasus pendidikan ini dikhususkan untuk merekam kejadian-kejadian menarik yang penulis alami dalam dunia pendidikan. Mungkin hanya sekedar ditulis alakadarnya, atau kadang juga dicarikan solusinya. Itu semua tergantung penulis. Kalau tidak setuju, saya tidak peduli, jangan dibaca.

Tak terasa sudah dari kelas X SMA, atau tepatnya sejak tahun 2009 saya menggeluti bisnis kontroversial menjadi guru les privat. Kontroversial karena ada kalangan yang tidak setuju dengan adanya kegiatan les privat. Menganggap les privat merupakan salah satu bentuk komersialisme dalam dunia pendidikan dan membuat siswa tidak dapat belajar secara mandiri. Tapi saya tahu pandangan itu tak perlu ditanggapi. Pemikiran yang kolot. Selain itu dalam sudut pandang bertahan hidup, sepertinya pekerjaan menjadi guru les privat menjadi sangat halal. Terutama bagi saya yang baru pensiun dini dari Pudak Scientific dan memilih untuk menjadi mahasiswa kembali. Hehe...

Ternyata sudah 6 tahun berlalu, tapi masalah yang dialami peserta didik tidak pernah berubah: sungguh membosankan bukan? Salah satu masalah yang cukup layak untuk diangkat dalam tulisan perdana rubrik kasus pendidikan ini adalah mengenai adanya kecenderungan orang tua untuk selalu menganggap rendah kemampuan anaknya. Padahal kemampuannya tidak serendah yang dipresentasikan oleh orang tuanya.

Memang ada beberapa orang tua juga yang terlalu menilai tinggi kemampuan anaknya, itu juga tidak baik. Tapi lebih parah lagi jika kita menilai rendah kemampuan anak sendiri. Lalu apa yang harus dilakukan? Ya tentu saja yang harus dilakukan adalah menilai kemampuan anak secara objektif, terukur dan adil. Secara logika, orang tua yang membesarkan, menemani tumbuh kembang anak dan orang terdekat anak harusnya bisa menilai anaknya sendiri secara fair dan objektif. Atau selama ini memang ada yang salah dalam pola asuh anak sehingga orang tua tidak mampu mengenali lagi anaknya?

Pada umumnya, tidak ada orang yang mau direndahkan. Apalagi oleh orang tua sendiri. Itu pasti sangat menyakitkan. Bahkan, jika anak kita merupakan orang yang paling tidak berguna di dunia pun, tetap tak pantas kita remehkan kemampuannya, karena setiap anak mempunyai potensi yang besar. Bahkan potensi itu bisa meledak sewaktu-waktu yang kehebatannya melebihi bom atom Hirosima yang "hanya" berkekuatan sekitar 13 kiloton TNT (55 Tera Joule).

Berikut beberapa clue hasil pengamatan saya yang saya rangkum sedemikian rupa untuk menumbuhkan kesadaran pada orang tua agar lebih fokus lagi pada kelebihan yang dimiliki oleh anaknya.

  1. Jangan terlalu fokus untuk meningkatkan kemampuan yang anak anda tak memilikinya. Fokus pada kelemahan hanya akan membuang waktu dan perhatian, tetapi malah tidak mendatangkan kebahagiaan.
  2. Setiap kali anak diremehkan, ada kecenderungan motivasi anak akan semakin berkurang. Memang pada beberapa kasus ada anak yang menjadi bersemangat ketika diremehkan. Tapi hanya ada beberapa anak yang bisa demikian, sisanya terbujur kaku karena diremehkan.
  3. Merendahkan kemampuan anak sendiri bisa jadi ditiru sang anak untuk melakukan hal yang sama juga terhadap orang lain atau anaknya kelak. Bukankah seharusnya orang tua yang baik mengajarkan anak menjadi yang terhebat, tapi jangan pernah meremehkan yang terlemah?
  4. Setiap anak memiliki hak untuk dipuji atas kelebihannya, diberi saran untuk meningkatkan kemampuannya, tapi anak tidak memiliki hak, dan orang tua tidak memiliki kewajiban untuk merendahkan kemampuan anaknya.
  5. Merendahkan kemampuan anak tidak akan merubah apapun, kecuali pandangan anak terhadap orang tuanya.
Pada awalnya saya sebagai seorang guru les privat kebingungan menghadapi laporan-laporan dari orang tua siswa yang terus mendeskriditkan anaknya, seolah anaknya tidak mempunyai kelebihan. Saya mencoba meluruskan penilaian saya. Saya selalu mencoba memberikan penilaian yang seobjektif mungkin yang saya bisa. Misalkan jika siswa saya pelupa, maka saya bilang meskipun dia pelupa tapi dia anak yang disiplin dan sistematis. Atau ketika ada seseorang yang lambat sekali dalam menerima pelajaran, saya menemukan hal yang sangat hebat dalam diri anak tersebut, dimana dia memiliki semangat juang yang sangat tinggi dalam belajar. Bahkan ketika dia belum mengerti. dia sanggup belajar sampai 4 jam non stop untuk memahami satu materi saja.

Saran saya: "Dari pada meremehkan mereka, berilah mereka motivasi. Begitu ia menggunakan potensinya anda akan terkagum-kagum akan kehebatannya. Dunia telah melihat jutaan manusia yang diremehkan pada awalnya, kini mengalahkan mereka-mereka yang telah meremehkannya".

Jangan Meremehkan Kemampuan Anakmu!

[Gambar] Hidup ini Adil Kawan!

Tanggal terbit: 06 Oktober 2015

Setelah tiga bulan belakangan ini mental terasa goyang karena harus ke luar dari pekerjaan, lalu melanjutkan kembali menjadi seorang pengangguran yang kuliah. Akhirnya baru hari ini bisa sedikit mencoba bangkit lagi. Manata kembali visi dan misi kehidupan ini.

Hehe.... akhirnya aku sekarang belajar satu hal lagi. Jangan memandang hidup hanya dari satu sisi saja. Jangan melihat hidup dari bahagianya saja, dan jangan pula memandang hidup dari penderitaanya adil.

Kehidupan adalah alam semesta yang begitu rumit dalam kesederhanaannya, begitu sempurna dalam ketidaksempurnaannya. Silakan bebas memandang hidup dengan terbatas!
*Ngomong apa ini?

EH foto ini diambil ketika bermain ke curug cinulang. Keren kan?


Hidup Ini Adil Kawan!

Jumat, 07 Agustus 2015

Bayi Baru itu Bernama Osmium

Tanggal terbit: 7 Agustus 2015

Sekita dua bulan yang lalu teman dekat saya yang bernama Samadin datang ke kosan. Saya kira hanya berkunjung biasa, ternyata ini lebih serius lagi. Sebenarnya entah kebetulan atau memang takdir, karena saya memang sudah punya feeling bahwa ini akan terjadi: sebuah ajakan untuk berbisnis.


Setelah prolog yang cukup panjang, sepanjang jalan kenangan. Sesuai dengan perkiraan, akhirnya Samadin mengutarakan maksud yang sebenarnya untuk mengajak berbisnis. Tapi satu hal yang cukup lucu, dia pun tidak tahu mau berbisnis apa. Tapi tak apa, yang penting niat dulu, biasanya ide akan mengikuti nantinya.


Setelah berdiskusi panjang dikali lebar akhirnya tercetuslah ide untuk memproduksi sepatu wanita kelas menengah. Ini bisa dibilang pilihan tepat karena Samadin sudah cukup berpengalaman di bidang ini. Selain itu salah satu calon pemodal kami, yang bernama Wildan juga cukup bersahabat karib dengan bidang fashion wanita.


Tidak ingin membuang waktu, maka hal yang pertama saya kerjakan adalah mencari nama produk baru ini. Asalnya akan menggunakan bahasa Italia, seperti bellissimo (indah) atau jelita (delicato). Kemudian sempat juga berpikir menggunakan bahasa Swahili, Ibrani dan bahasa asing lainnya.


Setelah cukup banyak mendapatkan referensi, sambil merenung, saya ingat tentang basic saya sebagai orang kimia. Lekas saya membuka tabel periodik unsur. Saya lapalkan satu per satu nama yang ada. Saya mencari nama yang feminim dan mudah dilafalkan.


Bingo!

Osmium nama yang indah. Apakah anda sependapat dengan saya? Lalu saya mulai berpikir menganai lambang yang cocok untuk nama ini. Beruntung sekali nama osmium diawali dengan huruf "O". Sebuah bentuk bangun datar yang paling kuno di muka bumi ini, tetapi lebih dari itu, juga terlihat sederhana namun tidak miskin.

Lalu saya berusaha menghubungkan nama osmium, bentuk lingkaran dan juga tagline kami berupa fun, simple and fashionable. Akhirnya lahirlah bayi pertama dari ide bisnis ini. Ya! Sebuah lambang untuk osmium yang modern, simple, fun dan fashionable.


Lalu saya juga menyadari, orang-orang yang akan saya ajak berkerjasama pasti banyak yang akan mempertanyakan makna lambang ini. Lalu dengan sesuka hati saya mencoba memasukkan filosofi yang ada pada lambang osmium. Maksa sebenernya!


Tapi inilah saya, makna sebuah logo atau lambang itu sebenarnya hanyalah aspek pembenaran dari sang pembuat. Hanya sebuah kesepakatan saja. Tak lebih, yang paling penting adalah bagaimana cara kita menempatkan logo tersebut. Sebagai sebuah visi kah? atau hanya sebagi penghias produk belaka.



Makna Logo: 

  • Lingkaran: Bentuk lingkaran cenderung memproyeksikan pesan emosional yang positif, menggambarkan adanya kesatuan dan stabilitas. Lingkaran memiliki simetri lipat dan simetri putar yang tidak terbatas, yang dapat mewakili mimpi dan keinginan manusia yang juga tidak terbatas. Selain itu, lingkaran merupakan salah satu bentuk bangun datar tertua, kesederhanaan bentuknyalah yang menyebabkan lingkaran masih eksis digunakan sampai sekarang. Sama seperti filosofi produk yang kami jual: Simple. 
  • Lima warna penyusun lingkaran: Lima warna penyusun lingkaran menggambarkan filosofi kami yang selalu ingin menyediakan produk yang fun, fashionable dan beragam sehingga dapat menjangkau berbagai tingkatan konsumen.

Nama Osmium:

Osmium diambil dari nama unsur kimia dengan nomor atom 76, dengan lambang unsur Os. Osmium berasal dari kata osme yang dalam bahasa yunani berarti "bau" dan ium yang berarti logam. Osmium biasanya berperan sebagai residu yang ditemukan pada platina. Dinamakan "bau" karena pada saat ditemukan tercium "bau" asap dari proses oksidasi osmium tetraoksida. Sama seperti logam osmium, filosofi kami adalah agar produk yang kami produksi dapat segera tersebar dan tercium dengan cepat oleh masyarakat luas.

Rabu, 20 Mei 2015

[Video] Energi Terbarukan

Tanggal terbit: 20 Mei 2015

Persediaan cadangan energi bahan bakar fosil yang semakin berkurang, terutama minyak bumi dan batu-bara. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Apakah benar kita sedang mengalami krisis energi atau sebenarnya kita ini sedang mengalami krisis kesadaran.
Kesadaran akan pentingnya menjaga alam, kesadaran untuk menghargai apa yang telah diberikan oleh Tuhan

Video ini dibuat untuk digunakan pada acara Pudak Renewable Day 2015.
Produser: M. Ikhsan Pahlawan
Ide Cerita dan Skenario: Rofa Yulia Azhar
Editor: Budi Gunawan

Video Energi Terbarukan

Bahaya Air Alkali

Tanggal terbit: 20 Mei 2015

Kali ini saya tertarik membahas air alkali (basa). Kenapa? Karena sudah banyak yang ditipu. Mari kita bahas dengan singkat tapi jelas.
  1. pH air yang murni berasal dari alam berkisar 7,8-8,5. Tapi air alkali yang dijual walau pH nya sama, tapi proses pembuatannya beda. Air alkali dibuat dengan bantuan bahan kimia atau elektrolisis logam.
  2. pH air alkali baik bagi tubuh karena pH nya sama dengan tubuh? Ini pembodohan! Faktanya organ tubuh memiliki pH yang berbeda-beda sesuaifungsinya.
  3. Menurut kamu konyol enggak sih? Kita capek-capek minum air alkali. Terus masuk ke lambung airnya. Lambung kan pH nya asam sekali. Emang kamu mau kondisi lambung jadi basa atau netral. Nanti yang membunuh kuman dan mencerna makanan siapa?
  4. Kandungan elektrolit yang ada pada air alkali hanya akan memperberat kerja ginjal. Bukan membersihkan tubuh dari racun.
  5. Rasa lebih enak? Angkat tangan deh untuk urusan ini. Bukannya yang enak-enak itu malah yang berbahaya buat tubuh.
  6. Mohon maaf ya untuk yang terganggu. Lain kali mau bikin status tentang bahaya pocari sweat dan nano spray ah....
Gambar Contoh Air Alkali