Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tentang Hidup

Tak masalah ada di pihak mana anda berdiri (pekerja keras, orang yang beruntung, orang sial, miskin, bodoh, pintar atau apalah), yang terpenting yang harus kita miliki adalah kemampuan untuk mengambil hikmah dari setiap momen yang terjadi dalam hidup kita (Rofa: 2010)

Mayoritas Manusia

Kebanyakan orang ingin pergi ke tempat tertinggi dalam kehidupan ini. Tanpa mereka sadari bahwa tempat tertinggi itu menjadi tempat terendah ketika mereka menginjaknya (Rofa: 2011)

Antara Tuhan dan Kita

Salah satu bentuk rasa syukur kita yang tertinggi pada tuhan tentang akal adalah membiarkan otak kita berman-main dengan bermacam-macam ide dan berusaha menuliskannya sebagai suatu kesimpulan yang dapat digunakan oleh orang lain sebagai suatu referensi, bukan sebagai kitab suci (Rofa: 2010)

Stereotipe Negatif

Apalah artinya kekurangan dan kelemahan, jika ada hati yang menerima kita apa adanya (Rofa: 2009)

Lalu

Pada akhirnya kita semua akan menjadi pahlawan dari kisah hidup kita sendiri (Rofa: 2013)

Tampilkan postingan dengan label Apakah Kamu Tahu?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apakah Kamu Tahu?. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2015

[Video] Energi Terbarukan

Tanggal terbit: 20 Mei 2015

Persediaan cadangan energi bahan bakar fosil yang semakin berkurang, terutama minyak bumi dan batu-bara. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Apakah benar kita sedang mengalami krisis energi atau sebenarnya kita ini sedang mengalami krisis kesadaran.
Kesadaran akan pentingnya menjaga alam, kesadaran untuk menghargai apa yang telah diberikan oleh Tuhan

Video ini dibuat untuk digunakan pada acara Pudak Renewable Day 2015.
Produser: M. Ikhsan Pahlawan
Ide Cerita dan Skenario: Rofa Yulia Azhar
Editor: Budi Gunawan

Video Energi Terbarukan

Bahaya Air Alkali

Tanggal terbit: 20 Mei 2015

Kali ini saya tertarik membahas air alkali (basa). Kenapa? Karena sudah banyak yang ditipu. Mari kita bahas dengan singkat tapi jelas.
  1. pH air yang murni berasal dari alam berkisar 7,8-8,5. Tapi air alkali yang dijual walau pH nya sama, tapi proses pembuatannya beda. Air alkali dibuat dengan bantuan bahan kimia atau elektrolisis logam.
  2. pH air alkali baik bagi tubuh karena pH nya sama dengan tubuh? Ini pembodohan! Faktanya organ tubuh memiliki pH yang berbeda-beda sesuaifungsinya.
  3. Menurut kamu konyol enggak sih? Kita capek-capek minum air alkali. Terus masuk ke lambung airnya. Lambung kan pH nya asam sekali. Emang kamu mau kondisi lambung jadi basa atau netral. Nanti yang membunuh kuman dan mencerna makanan siapa?
  4. Kandungan elektrolit yang ada pada air alkali hanya akan memperberat kerja ginjal. Bukan membersihkan tubuh dari racun.
  5. Rasa lebih enak? Angkat tangan deh untuk urusan ini. Bukannya yang enak-enak itu malah yang berbahaya buat tubuh.
  6. Mohon maaf ya untuk yang terganggu. Lain kali mau bikin status tentang bahaya pocari sweat dan nano spray ah....
Gambar Contoh Air Alkali

Rabu, 25 Februari 2015

Mengapa Api Berbentuk Kerucut?

Tanggal terbit: 25 Februari 2015

Setelah sebelumnya kita membahas Bagaimana Proses Terjadinya Api?, Mengapa Air Bisa Memadamkan Api?, dan Mengapa Api Bisa Berwarna-Warni? Maka kali ini kita akan memecahkan salah satu misteri dunia. Mengapa bentuk api, secara alami, selalu kerucut atau mengkerucut ke atas?


Sebenarnya tidak benar-benar kerucut sempurna sih. Bentuknya selalu meruncing ke atas, yang paling mudah diamati adalah ketika kita menyalakan korek api. Untuk memudahkan kita dalam memahami mengapa bentuk api mengerucut, kita akan bagi prose pengerecutuan api ke dalam 2 tahap.


1. Fase Api Terbentuk dan Mencari Oksigen

Api terbentuk karena memenuhi 3 syarat utama, yaitu: bahan bakar, oksigen dan panas. Ketika ketiga syarat itu terpenuhi makan api akan terbentuk. Bentuk pertama kali api sangatlah tidak beraturan. Perhatikanlah gambar di bawah ini:


Mengapa Api Berbentuk Kerucut 1

Api tersebar ke berbagai sudut ruangan karena sedang mengkonsumsi oksigen dari berbagai arah. Dalam waktu yang sangat singkat, atau sepersekian detik kemudian terbentuk proses perpindahan api secara konveksi di udara. Proses ini menghasilkan aliran udara dari bawah ke atas.


2. Fase Api Berbentuk Kerucut

Aliran udara yang dihasilkan dari proses perpindahan panas secara konveksi ini memaksa udara mengalir dari bawah ke atas, untuk mencari tempat yang lebih dingin. Hal inilah yang menyebabkan api berbentuk kerucut. Perhatikan gambar di bawah ini untul lebih jelasnya:
Mengapa Api Berbentuk Kerucut 2


Selanjutnya silakan baca artikel seputar api:

Selasa, 24 Februari 2015

[Gambar] Bahaya Popok Sekali Pakai

Tanggal terbit: 24 Februari 2015

Gambar yang saya buat hari ini ingin mengajak kita semua untuk menyadari pentingnya menjaga lingkungan. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan diri untuk mengurangi atau menghentikan sama sekali penggunaan popok bayi sekali pakai atau sering juga disebut pampers.


Bahaya Popok Sekali Pakai

Senin, 16 Februari 2015

Mengapa Air Bisa Memadamkan Api?

Tanggal terbit: 16 Februari 2015

Mengapa air bisa memadamkan api? Sebenarnya pertanyaan ini kurang tepat. Karena pada faktanya, tidak semua api dapat dipadamkan oleh air. Beberapa jenis api seperti yang disebabkan karena konsleting listrik (hubungan arus pendek), spiritus, bensin, dan bahan kimia malah semakin membesar jika kita mencoba menyiramnya dengan air.


Lalu mengapa kebanyakan kita menggunakan air untuk memadamkan api?
Hal ini disebabkan karena pada umunya kebakaran terjadi karena benda-benda padat yang mudah terbakar. Seperti, kayu, kain, kasur, buku, dedaunan kering, dll. Selain itu air juga merupakan bahan yang ekonomis dan mudah didapat.

Sebenarnya untuk memadamkan api tidak harus selalu menggunakan air. Hal yang terpenting yang harus kita perhatikan adalah mengingat kembali syarat-syarat terjadinya api. Ada 3 syarat kenapa api dapat terbentuk. Dengan cara menghilangkan salah satu syarat tersebut, maka api akan bisa dipadamkan. Itulah sebabnya, selimut, debu, foam, dan gas karbondioksida bisa digunakan untuk memadamkan api. Perhatikan gambar di bawah ini:
Gambar Tiga Syarat Terjadinya Api

Mengapa Air Bisa Memadamkan Api?
Jawabannya sangat sederhana. Itu karena air menghalangi kontak antara bahan bakar dengan oksigen. Selain itu, air juga menyerap panas (energi) yang dihasilkan oleh benda yang terbakar. Itulah sebabnya ketika menyiram api dengan air pasti akan menimbulkan uap air. Alasan terakhir, mengapa air bisa memadamkan api adalah karena air tidak bisa terbakar oleh api.

Api yang Tidak Umum
Berikut akan dijelaskan beberapa api atau kebakaran yang tidak bisa dipadamkan dengan menggunakan air.
  1. Kebakaran yang disebabkan oleh minyak tanah, bensin, atau bahan cair non polar. Ketika kita menyiramkan air pada kebakaran yang disebabkan oleh bensin, menyebabkan bensin terangkat ke atas karena massa jenisnya lebih kecil dari air, dan kebakaran akan semakin membesar. Kecuali air yang digunakan untuk mematikan api jumlahnya sangat banyak, maka api akan padam.
  2. Kebakaran yang disebabkan oleh spiritus, alkohol, atau bahan cair semi polar atau polar. Ketika kita menyiramkan air pada kebakaran yang disebabkan oleh spiritus, menyebabkan air dan spiritus bercampur secara homogen. Menyebabkan volume bahan bakar (spiritus) semakin banyak. Akhirnya kebakaran semakin parah. Kecuali air yang digunakan untuk mematikan api jumlahnya sangat banyak, maka api akan padam.

Kamis, 12 Februari 2015

Bagaimana Proses Terjadinya Api?

Tanggal terbit: 12 Februari 2015

Api merupakan benda yang sangat menakjubkan di dunia ini, bahkan sama pentingnya dengan air. Pastinya, lebih penting dari uang. Tanpa api kita tidak akan merasakan lezatnya masakan-masakan enak di lidah kita. Mungkin juga kita tidak akan merasakan hangatnya malam hari jika tanpa api, tidak bisa melihat juga di malam hari tanpa cahaya dari api.

Karena api juga kita bisa aman bermalam di alam liar dari gangguan hewan-hewan buas. Beberapa benda dari logam yang berperan di awal peradaban manusia juga terbentuk dengan bantuan api.

Mungkin para perokok pun tak akan ada tanpa adanya api? Penting banget kan api?

Lalu bagaimana api bisa terbentuk?
Untuk membahas ini kita perlu membawa diri kita ke dalam dunia mikroskopis, dunia yang tidak terbayangkan sebelumnya. Mungkin  anak SMA dan mahasiswa juga akan sulit memahami penjelasan tentang bagaimana terbentuknya api. Pelan-pelan saja memahaminya.

Apa Itu Api?
Api adalah oksidasi cepat terhadap suatu material dalam proses pembakaran kimiawi, yang menghasilkan panas, cahaya, dan berbagai hasil reaksi kimia lainnya.

Apa itu Oksidasi?
Oksidasi  merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan perilaku suatu molekul, atom atau ion yang mengikat oksigen atau melepas elektron atau mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Kebalikan dari oksidasi adalah reduksi.

Syarat terbentuknya api karena tiga hal:
  1. Bahan bakar (istilah ilmiahnya disebut juga oksidator, yaitu zat yang mengalami oksidasi). Contoh: kayu, kain, plastik, solar, bensin, spiritus, alkohol, dll.
  2. Oksigen atau zat pembakar (istilah ilmiahnya disebut juga reduktor, yaitu zat yang mengalami oksidasi). Contoh: udara bebas mengandung sekitar 20-21% oksigen. Suatu tempat dinyatakan masih mempunyai keaktifan pembakaran, bila kadar oksigennya lebih dari 15 %. Sedangkan pembakaran tidak akan terjadi bila kadar oksigen di udara kurang dari 12 %
  3. Panas. Panas dapat dihasilkan dari gesekan, listrik, cahaya matahari, dll.
Tanpa ketiga syarat di atas maka, api tidak akan pernah terbentuk. Itulah prinsip pemadaman api yang selama ini dilakukan.


Gambar Tiga Syarat Terjadinya Api

Proses Terbentuknya Api
Ada empat jenis tingkat energi yang dimiliki atiom-atom penyusun suatu benda, yaitu: bergerak (tranlasi), bergetar (vibrasi), berputar (rotasi) dan elektromagnetik. Bergerak, berputar dan bergetar termasuk ke dalam energi kinetik.

Api terbentuk karena bahan bakar terkena suhu tinggi (atau energi), menyebabkan energi kinetik atom dalam bahan bakar semakin tinggi karena mendapatkan tambahan energi dari luar (dari panas). Hal ini menyebabkan atom-atom tersebut semakin aktif dan hampir lepas dari ikatan molekulnya. Beruntungnya, di sekitar atom yang sedang aktif tersebut ada oksigen, yang kemudian diikat oleh atom-atom yang sedang aktif tersebut. Proses ini menghasilkan api yang menyala.

Api itu sederhana, tetapi penjelasannya begitu rumit bukan?
Semoga bisa dipahami.

Selanjutnya silakan baca artikel seputar api:

Gambar Proses Terjadinya Api


Rabu, 11 Februari 2015

Bahaya, Kebohongan dan Fakta tentang Ear Candle

Tanggal terbit: 11 Februari 2015

Apa itu Ear Candle?

Ear candle atau disebut juga dengan terapi lilin adalah salah satu metode pengobatan alternatif yang diklaim dapat mengeluarkan racun tubuh dan juga kotoran telinga.

Penelitian Dr. Seely membuktikan bahwa ear candle berbahaya dan tidak efektif. Klaim yang mengatakan bahwa ear candle berasal dari suku Hopi (suku di Arizona Timur) juga tidak terbukti dan merupakan sebuah kebohongan.



Gambar Terapi Ear Candle

Penjelasan Proses Ear Candle yang Diklaim Bisa Membersihkan Kotoran Telinga
  1. Ear candle yang telah masuk ke dalam telinga dibakar. Ear candle yang dibakar akan menimbulkan api. Api dalam ear candle menimbulkan panas. Adanya panas di batang ear candle akan menimbulkan tekanan di dalam daun telinga. Semakin lama, tekanan di dalam telinga semakin besar.
  2. Sementara itu, adanya api akan menimbulkan asap. Asap yang timbul dari batang ear candle itu akan turut masuk ke dalam telinga hingga memenuhi ruang telinga.
  3. Pada kondisi itulah asap yang telah memenuhi ruang telinga mencari jalan keluar. Karena tekanan yang besar dan keberadaan aliran udara di dalam telinga, asap keluar lagi lewat lubang batang ear candle.
  4. Ketika asap hasil bakaran ear candle keluar lewat lubang batangnya, kotoran yang menempel di gendang telinga ikut terangkat. Nah, kotoran-kotoran itulah yang mengakibatkan gangguan kesehatan di sekitar telinga, hidung, dan tenggorokan. Jadi sebenarnya sistem kerja ear candling ini seperti sedot debu dengan vacuum cleaner.
Jadi apakah logis bagi anda penjelasan di atas? Membersihkan telinga dengan menggunakan cotton buds atau korek kuping aja susahnya minta ampun, apalagi dengan menggunakan asap!

Video Proses Ear Candle

Klaim Manfaat Ear Candle

  1. Sebagai terapi menghilangkan stress sehingga mudah tidur.
  2. Relaksasi (menenangkan syaraf-syaraf/syaraf kendur).
  3. Menghilangkan jerawat.
  4. Membersihkan telinga dari kotoran serta toksin.
  5. Menjaga kecantikan dari dalam karena terasa nyaman bebas gelisah.
  6. Meningkatkan ketahanan tubuh.

Kebohongan Ear Candle
1. Kotoran Telinga (Earwax) itu Penting
Kotoran telinga atau earwax bukanlah benda jahat dan berbahaya. Kotoran telinga berfungsi sebagai pembersih, pelindung, pelicin, dan sebagai bahan antibakteri. Malah sebenarnya membersihkan telingan dengan menggunakan korek kuping atau cotton bud  itu berbahaya karena dapat menghilangkan fungsi dari earwax, membuat kotoran masuk semakin dalam atau bahkan merusak gendang telinga. Kotoran telinga sebenarnya secara alami akan ke luar sendiri dari lubang telinga. Mungkin proses inilah yang cukup mengganggu untuk dilihat.

Di saluran telinga bagian luar terdapat suatu kelenjar yang secara konstan mengeluarkan substansi yang akan bercampur dengan rambut (bulu) dan kulit yang sudah mati. Campuran inilah yang dinamakan earwax atau cerumen. Kelebihan earwax akan dikeluarkan secara perlahan dari saluran telinga dibantu oleh dorongan dari gerakan mengunyah dan gerakan rahang lainnya sambil membawa debu dan partikel-partikel lain. Di pintu masuk telinga, earwax akan menggumpal dan mengering, lalu terbuang keluar telinga.

2. Fakta di www.wikimu.com

Sebuah pendataan pada tahun 1996 terhadap 144 dokter THT menemukan bahwa 14 di antaranya didatangi oleh pasien yang terluka oleh 'terapi' lilin. Termasuk -setidaknya- 13 kasus luka bakar luar, 7 kasus liang telinga yang tersumbat lelehan lilin, dan 1 kasus gendang telinga yang rusak (bolong, perforated).

3. Pengalaman Faradilla Ardasy

Bulan kemarin kupingku mengalami sedikit gangguan. Rasanya seperti bindeng kalo kita berada di dataran tinggi atau seperti habis naik pesawat. Benar-benar menderita, kuping bagian dalam terasa jadi lebih tebal, dan pendengarannya jadi terganggu.

Datanglah aku ke dokter THT di RSPP Jakarta. Setelah tes pendengaran, Alhamdulillah tidak masalah, Alhamdulillah tidak budek juga. Gendang telinga juga bagus, Alhamdulillah tidak pecah, dan yang paling melegakan: tidak ada kotoran yg menumpuk.



Setelah coba runut peristiwa, setelah diingat-ingat, beberapa hari sebelumnya aku terapi ear candle. Hadu.. Sejak peristiwa itu aku gak lagi-lagi mau di terapi ear candle. Bukan salah therapystnya, bukan salah tempat reflexynya, tapi emang terapi ear candle tidak disarankan untuk dilakukan.

4. Laporan dari The London Free Press

Dilaporkan oleh The London Free Press, harian Kanada. Seorang perempuan yang mengalami penyumbatan di hidung dan sakit telinga saat melakukan scuba diving pergi ke sebuah toko 'kesehatan' dan dirujuk ke seorang praktisi candling yang 'diakui'.

Selama 'perawatan', ia merasakan sensasi terbakar yang kuat di telinganya. Di ruang rawat gawat darurat, usaha untuk menyingkirkan tetesan wax yang menempel di gendang telinganya mengalami kegagalan. Operasi dilakukan, dan ditemukan sebuah lubang di gendang telinganya, yang kemungkinan besar terjadi akibat candling.


Untungnya, perempuan tersebut pulih secara penuh dan pendengarannya normal kembali. Praktisi ear candling tersebut meminta maaf, memberikan kompensasi, dan berhenti melakukan praktik ear candling.



Sebagai penutup, inilah penjelasan dari Sandra Yemm, seorang praktisi ear candling, ketika ditanyakan tentang kasus rusaknya gendang telinga yang saya sebutkan tadi: "Ear candling doesn't remove the wax from one's ears. But she says that's not the point: It doesn't matter whether it's being removed or not because you're going to get some harmony through the changing of the energies and perhaps that's all that's needed."

5. Kisah Nyata Seseorang di Forum Detik

Saya membeli dari 2 orang berbeda dikarenakan harganya bervariasi kebetulan barang yang saya dapat beda merk. Merek I dan merek L. Betapa kagetnya saya ketika melihat harganya bervariasi ternyata didominasi merek yang sama, tetapi harganya berbeda-beda kalau begitu apa bedanya?

Kemudian sayapun mencobanya. Berikut perbedaan kedua merek tersebut:
  • Merek I cepat habis terbakar, asapnya banyak, abunya cepat hancur dan bertebaran dimana-mana
  • Merek L lama habis terbakar, asapnya dikit, abunya tidak mudah hancur
Saya lalu melakukan penelitian sebagai berikut:
  1. Menyiapkan tabung kecil pengganti kuping
  2. Ear candle dengan sekelilingnya dilapisi tisu supaya ear candle menyumbat tisu (saya beri celah sedikit, sebagai sirkulasi udara)
  3. Didasar tabung saya kasih serpihan sepihan kecil tisu, anggap sebagai kotoran telinga
Hasil pembakaran:
  1. Saya mendapatkan kotoran di ear candle, kesimpulan: kotoran tersebut adalah hasil pembakaran ear candle bukan kotoran kuping.
  2. Serpihan serpihan kecil tisue tidak tersedot ke dalam ear candle, pertanda efek vakum yang menyedot kotoran telinga oleh ear candle tidaklah benar.
  3. Dari dasar tabung, terdapat lapisan kotor, semacam lapisan lilin, itu adalah sisa sisa asap yang mengalir dari ear candle.
Kesimpulan:
  • Ear candle tidak membersihkan telinga.
  • Ear candle merupakan terapi, bukan untuk membersihkan telinga.
  • Sisa asap dikuping dapat meninggalkan bekas.
  • Kotoran di ear candle adalah sisa pembakaran ear candle (lilin), jadi bukan kotoran telinga.
  • Beberapa ear candle memiliki fungsi sebagai aroma terapi, didalamnya tidak tertulis sebagai "pembersih kuping"
Bahaya Ear Candle
Bahaya ear candle menurut dr. Henri Hutomo:
  1. Sisa lilin yang terdapat pada liang telinga dapat menumpuk dan menyebabkan gangguan pendengaran berupa tuli konduktif.
  2. Panas dari tetesan lilin dapat merusak epitel lubang telinga sehingga memudahkan infeksi dari berbagai macam mikroorganisme.
  3. Terapi lilin dapat menganggu sekresi serumen dalam telinga, serumen di dalam telinga mempunyai efek proteksi.
Video bukti Kebohongan Ear Candle

Selasa, 10 Februari 2015

Apa Perbedaan Generator (Dinamo) dengan Motor Listrik?

Tanggal terbit: 10 Februari 2015

Miskonsepsi di Masyarakat

Sebelumnya mari kita luruskan dulu miskonsepsi (kesalahan) penggunaan kata Dynamo (atau dinamo) dan Motor yang ada di masyarakat. Karena banyak sekali yang salah penyebutan, bahkan lebih parahnya menganggap kedua benda ini sama.

Generator atau Dinamo adalah alat yang merubah energi gerak atau kinetik menjadi energi listrik. Contoh: dinamo sepeda, generator pada kincir angin, generator pada pembangkit listrik tenaga air, genset, dll
Gambar Dinamo Sepeda.

Motor adalah alat yang merubah energi listrik menjadi energi gerak. Contoh: motor penggerak pada kendaraan, mesin pompa air, kompresor, dll.
Gambar Mesin Pompa Air.

Perbedaan Antara Dinamo dengan Motor Listrik
1. Dinamo, atau Generator atau Genset.
Dinamo terdiri dari komponen kumparan (field coil) dan inti magnet yang disebut juga armature. Pada dinamo yang berputar adalah kumparan magnet, sedangkan inti magnetnya diam, maka akan terjadi induksi elektromagnetik. Perhatikan bagan dinamo sepeda di bawah ini untuk lebih jelasnya:
Gambar Bagan Dinamo Sepeda.

Prinsip kerjanya adalah jika kumparan kawat yang diputar mengelilingi suatu sumbu di dalam medan magnet dan sumbu putarnya tegak lurus fluks magnet kumparan ABCD diputar dengan kecepatan sudut tetap dengan arah ke kanan. Ujung-ujung kumparan di hubungkan dengan cincin logam (komutator) yang disingungkan dengan sikat-sikat dan di hubungkan ke kutub generator.

2. Motor Listrik.

Motor listrik terdiri dari komponen kumparan yang disebut stator dan inti magnet yang disebut rotor. Di Dinamo magnet itu yang berputar sedangkan kumparannya diam maka akan terjadi pemotongan garis gaya medan magnet. Perhatikan bagan motor listrik DC di bawah ini untuk lebih jelasnya:
Gambar Bagan Motor DC.

Prinsip kerjanya adalah medan putar stator tersebut akan mengimbas penghantar yang ada pada rotor, sehingga pada rotor timbul tegangan induksi. Tegangan yang terjadi pada rotor menyebabkan timbulnya arus pada penghantar rotor. Bila kopel mula yang dihasilkan oleh gaya pada rotor cukup besar untuk menanggung kopel beban, maka rotor akan berputar searah dengan medan putar stator. Supaya timbul tegangan induksi pada rotor, maka harus ada perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator dengan kecepatan putar rotor.

Kamis, 15 Januari 2015

Air itu Termasuk Larutan Elektrolit atau Bukan?

Tanggal terbit: 15 Januari 2015

Pertanyaan:
Air itu Termasuk Larutan Elektrolit atau Bukan? Soalnya pas kemarin saya coba dialiri arus listrik ternyata dapat menyalakan lampu meskipun redup.

Jawaban:
Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita samakan persepsi terlebih dahulu. Air apakah yang dimaksud? Air ledeng? Air sumur? Akuades? atau benar-benar air murni?

Kalau air ledeng dan air sumur sudah jelas mengandung zat terlarut, yang terionisasi. Sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Nah, akuades itu bukanlah air murni. Akuades adalah air dengan zat terlarut yang jumlahnya sangat sedikit sekali. Jadi bukan benar-benar air murni. Makanya wajar sekali jika masih dapat menghantarkan arus listrik. Apalagi jika kita mengamatinya dengan menggunakan lampu LED. Pasti nyalanya akan terang.

Jawabannya sudah pasti. Air yang benar-benar murni bukanlah larutan elektrolit. Banyak orang yang terjebak, menganggap senyawa yang bersifat polar itu sebagai larutan elektrolit. Itu tidak tepat, karena tidak semua bersifat demikian. Masalah kita bukan pada polar atau non polarnya.

Pertanyaan Tambahan:
Misalkan pada air murni. Bukankah terjadi autoionisasi air menjadi molekul H+ dan OH-  yang masing-masing nilainya 10? Itu artinya terdapat ion dalam air murni yang dapat menghantarkan air?

Jawaban:
Betul sekali. Tetapi, Air murni mengalami kesetimbangan menghasilkan ion H+ dan ion OH-, sehingga air tdk pernah menghasilkan ion bebas yang bisa menghantarkan listrik. Jadi, air murni adalah zat non elektrolit.

Semoga puas dengan jawabannya!


Gambar Ilustrasi

Selasa, 13 Januari 2015

Apa Perbedaan Lampu Pijar (Bohlam), Lampu Pedar dan Lampu LED?

Tanggal terbit: 13 Januari 2015
Sumber:
Kisah Evolusi Bola Lampu Listrik

Pertanyaan:

Apa Perbedaan Lampu Pijar (bohlam), Lampu Pedar dan Lampu LED?
Mengapa harganya dan daya tahannya bisa berbeda?

Jawaban:

Perkembangan bola lampu listrik memang terus berkembang, dimulai dari penemuan lampu pijar, lalu berkembang ke lampu pedar (atau sering dikenal sebagai lampu hemat energi (LHE)), dan yang terbaru adalah lampu LED yang harganya sangat mahal namaun daya tahannya bisa sampai 8 tahun!
Perbedaan mendasar dari ketiga jenis lampu ini adalah:
1. Gas pengisi bola lampu
2. Kawat yang digunakan
3. Efisiensi
4. Harga produksi

Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Lampu Pijar

Cahaya lampu pijar berasal dari nyala filamen, kawat tipis dari tungsten (nama lain untuk wolfram). Saat lampu dinyalakan, arus listrik memanaskan filamen hingga suhu 2.200 derajat celsius hingga filamen berpijar. Supaya panas terkonsentrasi di sekitar filamen, tungsten ditempatkan dalam bola lampu kedap udara.


Gambar Bagan Lampu Pijar

Karena cahaya lampu dari proses pemanasan, kestabilan arus listrik menentukan nyala lampu. Tegangan listrik turun, suplai arus berkurang, lampu meredup. Hal sebaliknya juga berlaku.

Suhu pemanasan yang tak terlalu tinggi membuat pancaran sinar berwarna kuning. Intensitas cahaya atau tingkat kecerahan lampu pijar hanya sekitar 15 lumen/watt. Akibatnya, untuk menghasilkan cahaya lebih terang butuh energi listrik besar.

Namun, sebesar apa pun arus listrik yang diberikan, lebih dari 90% nya diubah jadi panas. Hanya 5 persen listrik yang diubah jadi cahaya. Itu jelas tidak efisien dan boros listrik.


Pemanasan filamen terus-menerus akan mengikis permukaan tungsten hingga penampang kawat mengecil hingga filamen putus dan lampu tak bisa digunakan lagi. Mudah putusnya filamen membuat usia hidup lampu hanya 1.000 jam atau empat bulan untuk pemakaian 8 jam per hari.

2. Lampu Pedar (Lampu Hemat Energi)

Sifat boros lampu pijar mendorong ilmuwan dan perekayasa mencari bola lampu baru lebih efisien terkait energi. Lahirlah lampu pendar atau lampu fluorosensi pada 1938.

Lampu ini paling banyak digunakan di Indonesia, baik tabung (tubular lamp/TL) maupun kompak. Sebagian masyarakat menyebutnya lampu neon karena banyak digunakan pada neon box atau papan reklame.

Sejatinya, kedua lampu itu berbeda jenis. Proses menghasilkan cahaya keduanya sama, lewat proses eksitasi elektron. Namun, kandungan gas yang dieksitasi berbeda. Eksitasi pada lampu neon hanya sekali, sedangkan lampu pendar dua kali.

Saat lampu dialiri listrik, elektroda pada ujung tabung lampu pendar memancarkan elektron bebas. Elektron itu akan mengionisasi gas argon dalam tabung bertekanan rendah.

Arus listrik membuat elektron bebas dan ion gas argon bergerak cepat dari satu elektroda ke elektroda lain. Arus listrik juga mengubah merkuri dalam tabung dari cair jadi gas. Proses itu akan membuat partikel bergerak (elektron dan ion) bertabrakan dengan atom merkuri. Akibatnya, elektron merkuri tereksitasi, turun ke tingkat energi lebih stabil dan melepaskan energi dalam bentuk foton atau cahaya ultraviolet.

Selanjutnya, cahaya ultraviolet akan mengeksitasi atom fosfor pada lapisan dalam tabung. Fosfor itu pula yang memberi warna putih tabung. Pada proses eksitasi lanjutan itu akan dihasilkan cahaya tampak putih terlihat mata. Variasi cahaya lampu pendar bisa diatur berdasarkan komposisi fosfor".

Proses eksitasi lanjutan itu tak ada pada lampu neon. Gas yang digunakan pun tidak hanya argon, tapi juga neon dan kripton. Neon menghasilkan cahaya merah, sedang gas lain menghasilkan warna berbeda.


Lampu pendar menghasilkan intensitas cahaya lebih baik dari lampu pijar, 67 lumen/watt. Pengubahan cahaya ultraviolet menjadi cahaya tampak juga menghasilkan panas yang hilang ke lingkungan, tapi jumlahnya lebih sedikit. Usia rata-rata lampu lebih lama, 8.500-10.000 jam.
Gambar Bagan Lampu Pedar

3. Lampu LED

Meski lebih hemat dari lampu pijar, keberadaan merkuri yang merupakan logam berat dalam lampu pendar jadi masalah baru karena merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan. Tuntutan ada lampu yang kian hemat tetap ada. Selain itu, lampu masa depan pun harus bisa diaplikasikan lebih luas.

Lahirlah lampu berteknologi dioda pemancar cahaya (light-emitting diode/LED). Penelitian lampu LED dimulai 1960-an dengan menghasilkan lampu LED merah dan hijau. Baru pada 1990-an, LED biru hadir. Dengan temuan LED biru, LED putih bisa dibuat.
Gambar Bagan Lampu Pedar

Temuan atas LED biru itulah yang membuat ilmuwan Jepang Isamu Akasaki, Hiroshi Amano, dan Shuji Nakamura dianugerahi hadiah Nobel Fisika 2014.

Sumber pencahayaan lampu LED berasal dari dioda berupa semikonduktor dari material padat dan mampu mengalirkan arus listrik. Energi yang dilepaskan dari gerakan elektron dalam semikondutor itulah yang akan menghasilkan cahaya.

Saat listrik dialirkan, elektron bebas dari bagian negatif semikonduktor yang diperkaya elektron bebas mengalir ke bagian positif. Saat bersamaan, lubang elektron pada bagian positif bergerak ke bagian negatif.

Gerakan itu membuat elektron bebas jatuh ke lubang elektron. Akibatnya, elektron turun ke tingkat energi yang lebih stabil dan melepaskan foton/cahaya. Kian tinggi energi foton yang dihasilkan, cahaya yang dihasilkan kian tinggi frekuensinya atau panjang gelombangnya.

Oleh karena itu, warna cahaya yang diperoleh lampu LED bergantung pada campuran materi penyusun diodanya. Misalnya, campuran aluminium, galium, dan arsenik akan menghasilkan cahaya merah. Perpaduan indium, galium, dan nitrida memberi warna biru.

Dibandingkan ukuran pembangkit cahaya lampu pijar dan pendar, ukuran LED sangat kecil, luasnya kurang dari 1 milimeter persegi. ”Semakin besar LED, susunan atomnya makin mudah rusak sehingga sifat elektriknya berkurang,” ujar Rahmat yang juga meneliti LED.

Oleh karena itu, untuk membuat sebuah bola lampu umumnya tersusun beberapa LED. Ukuran kecil juga memungkinkan lampu LED ditempatkan pada berbagai sirkuit elektronik untuk beragam pencahayaan.

Tak hanya penerangan rumah atau jalan, rangkaian LED juga dimanfaatkan untuk pencahayaan beragam alat elektronik, mulai pengendali jarak jauh, layar monitor, telepon pintar, hingga televisi. Bahkan, LED juga bisa sebagai pengganti sinar matahari untuk menumbuhkan tanaman dalam ruang.

Lebih dari 50 persen energi listrik pada LED diubah jadi cahaya. Itu membuat LED lebih efisien dibandingkan lampu pendar, apalagi lampu pijar. Setiap 1 watt listrik mampu menghasilkan cahaya berintensitas 70-100 lumen. Usia pakai bisa lebih lama hingga 50.000 jam.

Proses produksi yang rumit membuat harga lampu LED masih mahal. Namun, jika dihitung biaya total pembelian dan pemakaian listrik, penggunaan LED tetap lebih murah.

Selain itu, LED juga rentan dengan temperatur tinggi yang akan membuatnya terlalu panas dan gagal beroperasi. Oleh karena itu, LED butuh arus listrik stabil dan pemasangan sirkuit listrik secara tepat.


Gambar Bagan Bola Lampu LED

Anda juga dapat mengajukan pertanyaan seputar sains, pendidikan, gaya hidup dan juga cinta ke www.RofaYuliaAzhar.com dengan cara mengirim email ke rofa_neutron1990@yahoo.co.id.
Pertanyaan anda Insya Allah akan secepatnya dibalas.

Apa Manfaat dari Gaya Gravitasi?

Tanggal terbit: 13 Januari 2015
Catatan: Posting ini dibuat berdasarkan jawaban yang pernah saya buat terhadap pertanyaan netizen di sini (klik untuk selengkapnya)

Pertanyaan:

Apa sih manfaat utama dari gaya gravitasi? Bukankah karena adanya gaya gravitasi kita semakin berat dalam berjalan. Apalagi kalau untuk orang gemuk. Kan enak kalau seperti di bulan yang gravitasinya kecil, kita bisa loncat-loncat jauh.

Jawaban:

Pertanyaan yang cukup menggelitik otak kanan dan kiri. Mungkin sedikit orang yang memikirkannya. Merasa gaya gravitasi itu merupakan suatu hal yang tidak berguna. Tuhan sudah memberitahu kita bahwa semua hal yang Tuhan ciptakan pasti ada manfaatnya bagi manusia.

Tanpa adanya gaya gravitasi, maka tidak akan ada alam semesta dan kehidupan. Mengapa?


Hal yang paling mudah kita bayangkan adalah tanpa gaya gravitasi maka semua benda akan melayang. Apakah itu menyenangkan? Tentu saja tidak. Kamu akan terus melayang ke atas tanpa batas. Kita tidak akan bisa beraktivitas seperti biasanya lagi.


Selain itu jika tidak ada gravitasi maka tidak akan ada hujan, hujan tidak akan turun ke bawah. Lebih menyeramkan lagi jika tidak ada gravitasi maka tidak akan ada udara, karena udara akan terbang terus ke atas, dan manusia tidak bisa lagi menghirupnya. Tidak akan ada lagi yang namanya laut, danau, sungai. Karena semua itu akan ikut melayang.


Jadi penting sekali kan gravitasi itu....


Kita Bisa Loncat karena Adanya Gaya Gravitasi

Anda juga dapat mengajukan pertanyaan seputar sains, pendidikan, gaya hidup dan juga cinta ke www.RofaYuliaAzhar.com dengan cara mengirim email ke rofa_neutron1990@yahoo.co.id.
Pertanyaan anda Insya Allah akan secepatnya dibalas.

Mengapa Ninja Bisa Berjalan di Atas Air?

Tanggal terbit: 13 Januari 2015

Pertanyaan:
Seringkali kita keheranan ketika melihat film tentang ninja - baik itu drama atau pun film kartun seperti Ninja Hatori yang fenomenal - terdapat adegan dimana ninja dapat berjalan di atas air. Mengapa ninja tersebut dapat berjalan di atas air? Apakah mereka memang memiliki ilmu gaib, ilmu kanuragan (tenaga dalam) atau itu adalah sains?

Jawaban:
Di masa lalu, baik di Asia maupun Eropa, cara terbaik untuk melindungi benteng adalah membuat parit. Karena sebagian besar target ninja cenderung para pemimpin kelas atas, parit merupakan kendala yang harus mereka hadapi. 

Kebanyakan film tentang ninja menunjukan cara ninja melewati parit dengan melompat atau berjalan di air. Pada kenyataannya, ninja menggunakan alat yang disebut Mizu-Gumo, yang diterjemahkan menjadi "laba-laba air". 

Perangkat ini terbuat dari empat papan melengkung dari kayu atau kulit binatang tiup yang dirangkai dengan papan kelima di tengah. Mizu-Gomo digunakan ninja untuk berjalan di atas air. Sampai hari ini, sejarawan tidak sepenuhnya yakin bagaimana Mizu-Gumo digunakan.


Gambar Alat yang Dinamakan Mizu-Gumo

Gambar Ninja yang Menggunakan Mizu-Gumo





Minggu, 11 Januari 2015

Rutinitas Orang Kaya

Tanggal terbit: 11 Januari 2015

Menjadi kaya adalah impian setiap makhluk hidup di dunia ini, terutama manusia dan ibu-ibu. Hari ini saya baru saja membaca buku The Habits of Millionaires karya Zaenuddin HM. Dalam bukunya menekankan tentang pentingnya karakter seseorang, sehingga dia bisa menjadi kaya.

Ada fakta yang cukup mencengangkan yang juga dikemukakan dalam buku ini. Ternyata sekitar 86% dari 100 orang terkaya di dunia saat ini, semuanya berasal dari usahanya sendiri. Jadi mereka kaya bukan karena warisan orang tuanya. Ini juga berarti kaya itu tidak harus selalu didukung dengan modal yang besar.

Mengapa orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin? Kebiasaan, cara berpikir dan tindakan! Itulah jawabannya. Perhatikanlah gambar perbandingan rutinitas orang kaya dan orang miskin di bawah ini:

Gambar Perbandingan Rutinitas Orang Kaya dan Orang Miskin

Mungkin ada yang berpikir bahwa kenapa orang kaya bisa lebih sering membaca buku, mendengarkan musik, bersosialisasi dan bangun lebih cepat dikarenakan mereka mempunyai waktu lebih dalam hidupnya. Sedangkan orang miskin menghabiskan waktunya untuk bekerja keras. Itu salah besar!

Para orang kaya itu pada faktanya telah melakukan rutinitas tersebut sebelum mereka menjadi kaya.

Hal serupa juga saya lihat ketika saya tugas luar kota menuju NTT. Saya melihat kebanyakan orang miskin yang hidup di sana adalah orang yang malas-malas. Malah di sana tidak ada pengamen, tukang parkir dan pengemis walaupun banyak warganya yang miskin. Kenapa? Ini semua bermuara pada karakter. Itu jawabannya.




Selasa, 06 Januari 2015

Mengapa Kita Susah Move On?

Tanggal terbit: 6 Januari 2015

Bukan motivator, bukan paranormal. Hanya mencoba menjawab selogis-logisnya.

Pertanyaan:
Mengapa kita susah sekali untuk  Move On? atau untuk bangkit dari keterpurukan? Padahal kita sudah berusaha maksimal sekali untuk bangkit. Sudah berbagai cara yang kita lakukan. Tapi tetap gagal.

Anonim
*Juga dirasakan oleh sebagian besar manusia di dunia

Jawaban:
Pertanyaan yang cukup bagus. Kenapa kita susah move on  sebenarnya berkaitan dengan hukum aturan yang berlaku di alam semesta ini. Atau di sebut juga sebagai sunatullah. Manusia susah untuk bangkit karena sesuai dengan hukum I Newton (rumusnya F = 0), bahwa benda yang sedang bergerak akan cenderung terus bergerak dan benda diam akan cenderung tetap diam. Hal ini kamu alami juga ketika kamu naik mobil dengan kelajuan tetap, lalu tiba-tiba ketika mobilnya mengerem mendadak badan kamu akan condong ke depan. Hal ini terjadi karena tubuh kamu sedang berusaha mempertahankan posisinya.

Nah, hal inilah yang menyebabkan kamu susah bangkit atau move on ketika terpuruk. Itu memang sudah aturannya dari Tuhan. Ketika kamu terpuruk saat itulah semua atom dalam tubuhmu berusaha untuk mempertahankan posisimu di posisi terpuruk. Jadi menurut saya nikmati saja, kamu bisa move on tapi tidak dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Biarkan mental kamu sembuh secara perlahan supaya pondasi yang dibuat kokoh.

Selamat move on!

Gambar Ilustrasi

Anda juga dapat mengajukan pertanyaan seputar sains, pendidikan, gaya hidup dan juga cinta ke www.RofaYuliaAzhar.com dengan cara mengirim email ke rofa_neutron1990@yahoo.co.id.
Pertanyaan anda Insya Allah akan secepatnya dibalas.

Yuk, Mempelajari Fisika dalam Olahraga Basket

Tanggal terbit: 6 Januari 2015
Dikutip dari berbagai sumber dengan perubahan seperlunya. Sumber utama:
1. Yuk Gan Olahraga dengan Fisika
2. Teknik Dasar dalam Bermain Bola Basket

1. Lemparan Lay-Up

Lay-up atau melangkah melayang adalah melangkah yang dilakukan dengan melayang untuk mendekati basket (keranjang), biasanya setelah lay-up dilanjutkan dengan tembakan kearah basket (keranjang) dengan tenaga yang sedikit sehingga seolah-olah bola itu diletakan ke dalam basket (keranjang).

Fisika
Banyak orang tercengang mengapa dengan hanya melepasnya, bola dapat bergerak melengkung. Darimana bola mendapat kecepatannya? Apakah ini suatu “magic” atau sebuah mukjizat? 

Jelas Bukan, ini fisika. Ingat Hukum Newton I (rumusnya F = 0), bahwa benda yang sedang bergerak akan cenderung terus bergerak dan benda diam akan cenderung tetap diam. Hal ini kamu alami juga ketika kamu naik mobil dengan kelajuan tetap, lalu tiba-tiba ketika mobilnya mengerem mendadak badan kamu akan condong ke depan. Hal ini terjadi karena tubuh kamu sedang berusaha mempertahankan posisinya.

Nah, sama seperti itu, dalam lemparan Lay-Up, Bola yang dibawa lari oleh Pebasket mempunyai kecepatan sama dengan kecepatan Pebasket. Sehingga ketika genggamannya dilepas bola basket akan tetap meluncur ke atas tanpa usah kita dorong. Mengerti kan?


Lemparan Lay-Up 1

Lemparan Lay-Up 2

2. Hang Time


Waktu menggantung umumnya mengacu pada berapa lama sesuatu tetap di udara. Dalam basket, lamanya waktu pemain tetap di udara setelah melompat, baik untuk membuat slam dunk, lay-up atau melompat untuk menembak. Fenomena hang time membuat pebasket seolah-olah terbang. Namun ada fisika dibalik itu semua. Hang time dimanfaatkan oleh pebasket untuk mengecoh lawan yang hendak memblok mereka dalam menyarangkan bola ke keranjang. 


Fenomena Hang Time termasuk ke dalam gerak parabola. Hal inilah yang membuat kamu dapat melayang di udara lebih lama. Agar kamu dapat melakukan Hang Time yang lama maka kamu harus meloncat ke depan membentuk sudut 450. Sudah bisakah kamu menghitung benda yang bergerak parabola?
Gerak Parabola pada saat Hang Time

Rumus Gerak Parabola

Pada ilustrasi di bawah (Gambar Hang time 1) dilukiskan pemain yang melompat melakukan hang time. Gerakan pemain ini berusaha di blok oleh lawannya. Kebanyakan pemain akan melepas bola ketika ia naik (A) atau di titik puncaknya (B). Michael Jordan atau Kobe mampu melepas bola di A, B atau C. Lama waktu untuk mencapai titik C sekitar 0.6 detik, sedangkan lamanya pemain lawan melakukan hang time (tanpa berlari) menurut lawannya adalah 0.5 detik. Jadi jika pebasket melepas tembakan di C maka lawan tidak akan punya waktu untuk membloknya sehingga dengan mudah Kobe menyarangkan bola ke keranjang.

Hang Time 1

Hang Time 2

3. Dribble (Menggiring Bola)

Menggiring bola adalah suatu usaha untuk membawa  bola menuju ke daerah lawan. Permainan basket boleh membawa bola lebih dari satu langkah, asalkan bola sambil dipantulkan, baik dengan berjalan maupun dengan berlari. Dribble dapat dilakukan denga tangan kanan atau tangan kiri secara bergantian, tetapi tidak boleh dengan kedua tangan secara bersamaan.

Pada dasarnya dribble hanya mengaplikasikan Hukum III Newton tentang aksi reaksi. Saat pebasket melepaskan bola ke tanah, gaya gravitasi menarik benda ke lantai. Ketika bola bertumbukan dengan lantai, bola memberikan gaya pada lantai (gaya aksi). Sebagai akibatnya lantai memberikan reaksi melawan gaya aksi ini. Gaya yang diberikan lantai ini disebut gaya reaksi yang besarnya sama dengan gaya aksi. Gaya reaksi inilah yang menyebabkan bola memantul lagi ke atas. Namun karena sebagian energi bola terserap lantai maka bola pantul tidak dapat mencapai ketinggian semula. Maka pebasket memberikan dorongan kembali pada bola sebagai ganti dari energi yang terserap itu. Mudah dimengerti kan?

Deribble 1

Deribble 2

Deribble 3

4. Gerakan Pivot

Pivot merupakan gerakan yang berfungsi untuk melindungi bola dari rebutan lawan. Gerakan pivot dilakukan dengan  memutar badan ke segala arah dengan salah satu kaki sebagai tumpuan (poros). Pivot harus mahir dilakukan oleh pemain yang berpostur tinggi yang ditempatkan dekat ring basket agar mudah melakukan tembakan. Dengan gerakan pivot, seorang pemain dapat mencari peluang untuk mengoper bola, menggiring, atau melakukan tembakan. Masih belum mengerti? Coba perhatikan gambar di bawah ini:

Pivot 1

Gerakan pivot jika dijelaskan dengan fisika maka akan sangat kompleks sekali. Ada gaya gesek, berat benda dan juga momentum. Yang akan kita bahas kali ini hanya untuk masalah berat. Perlu kalian ketahui jika berat dan massa itu berbeda. Berat itu dipengaruhi gaya gravitasi sedangkan masa itu tidak dipengaruhi.

Seseorang yang melakukan pivot sebenarnya sangat memanfaatkan massa tubuhnya. Mengapa tidak, seorang pebasket profesional di Amerika bisa mempunyai massa badan antara 130-160 Kg. Ini sama dengan 3 karung beras berukuran besar yang ditumpuk. Perlu energi yang sangat besar sekali untuk menggeser orang dengan masa sebesar itu bukan?

Pivot 2

5. Lucky Shot

Apakah kamu tahu apa itu lucky shot? Lucky shot adalah tembakan ke arang ring yang dilakukan pada jarak yang sangat jauh sekali. Jarak bisa lebih dari setengah lapangan bola basket. Mengagumkan bukan? Maka itulah tembakan ini dinamakan Lucky Shot. Karena dirasa tidak mungkin dilakukan tanpa adanya keberuntungan. Padahal ini bisa
Lucky Shot 1

Dalam melakukan lemparan bebasnya dari jarak sekitar 4,5 meter, Michael Jordan sering membuat bola berputar dengan backspin (lihat gambar lucky shoot 2). putaran backspin dapat menjinakkan bola ketika menumbuk papan penyangga keranjang basket. Saking jinaknya, setelah memantul dari papan ini bola seperti kehilangan kecepatannya dan jatuh masuk dalam bola secara manis. 

Lucky Shot 2

Ketika bola yang berputar dengan backspin ini menumbuk papan penyangga keranjang, maka timbulah gaya gesekan antara bola dan papan itu. Gaya gesekan ini arahnya vertikal ke atas berlawanan dengan arah komponen vertikal dari kecepatan bola. Gaya gesekan ini menghambat lajunya bola. Bukan itu saja gaya gesekan juga mengurangi putaran bola (Gambar 2). Pengurangan kecepatan (baik lajunya maupun kecepatan putarnya) ini berakibat bola bergerak lambat dan menjadi jinak. Akibatnya bola dapat secara perlahan jatuh dalam keranjang. Hal ini tidak terjadi pada bola yang berputar dengan forward-spin. Pada bola ini gesekan akan mempercepat gerakan bola sehingga bola terpantul keras, liar dan tidak mau masuk keranjang (Gambar 3).

Mungkin untuk saat ini hanya itu yang bisa saya jelaskan. Semoga bermanfaat. Baca kembali artikel kami di tulisan selanjutnya.