Tampilkan postingan dengan label Gambar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gambar. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 November 2015
[Gambar] Orang-Orang Tidak Peduli Lagi akan Banyaknya Ilmu yang Kita Miliki
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 24 November 2015
Masih heran sama orang yang masih repot karena gelar. Sampai nempel-nempel di akun media sosial. Padahal kalau diperhatikan, yang sudah gelarnya profesor malah tidak mencantumkan gelarnya di media sosial.
Sekarang sudah enggak zamannya lagi orang dihormati karena banyaknya ilmu atau karena pendidikan tinggi. Sekarang orang mulai sadar, bahwa yang penting apa yang dikerjakan orang itu melalui ilmunya. Betul kan?
Percuma sarjana tapi jadi beban, percuma jadi haji tapi tidak mampu melakukan perubahan, percuma jadi jomblo kalau tidak punya pacar!
Selasa, 06 Oktober 2015
[Gambar] Hidup ini Adil Kawan!
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 06 Oktober 2015
Setelah tiga bulan belakangan ini mental terasa goyang karena harus ke luar dari pekerjaan, lalu melanjutkan kembali menjadi seorang pengangguran yang kuliah. Akhirnya baru hari ini bisa sedikit mencoba bangkit lagi. Manata kembali visi dan misi kehidupan ini.
Hehe.... akhirnya aku sekarang belajar satu hal lagi. Jangan memandang hidup hanya dari satu sisi saja. Jangan melihat hidup dari bahagianya saja, dan jangan pula memandang hidup dari penderitaanya adil.
Kehidupan adalah alam semesta yang begitu rumit dalam kesederhanaannya, begitu sempurna dalam ketidaksempurnaannya. Silakan bebas memandang hidup dengan terbatas!
*Ngomong apa ini?
EH foto ini diambil ketika bermain ke curug cinulang. Keren kan?
Setelah tiga bulan belakangan ini mental terasa goyang karena harus ke luar dari pekerjaan, lalu melanjutkan kembali menjadi seorang pengangguran yang kuliah. Akhirnya baru hari ini bisa sedikit mencoba bangkit lagi. Manata kembali visi dan misi kehidupan ini.
Hehe.... akhirnya aku sekarang belajar satu hal lagi. Jangan memandang hidup hanya dari satu sisi saja. Jangan melihat hidup dari bahagianya saja, dan jangan pula memandang hidup dari penderitaanya adil.
Kehidupan adalah alam semesta yang begitu rumit dalam kesederhanaannya, begitu sempurna dalam ketidaksempurnaannya. Silakan bebas memandang hidup dengan terbatas!
*Ngomong apa ini?
EH foto ini diambil ketika bermain ke curug cinulang. Keren kan?
Hidup Ini Adil Kawan!
Rabu, 20 Mei 2015
[Gambar] Tuhan Itu Maha Adil dalam Menciptakan Pria dan Wanita
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 20 Mei 2015
Abad ini sepertinya abad yang lagi ngtrend akan jombloisme, dan emansipasi. Zaman dimana orang bangga menjadi jomblo dan bisa populer karena predikat jomblonya. Zaman dimana bukan hanya pria yang berhak menyatakan cintanya, melainkan wanita pun bisa melakukannya.
Menurut kamu gimana? Mungkin inilah siklus zaman yang harus kita hadapi. Diambil hikmahnya saja, sehingga dapat ide untuk membuat gambar di bawah ini, semoga anda setuju....
Abad ini sepertinya abad yang lagi ngtrend akan jombloisme, dan emansipasi. Zaman dimana orang bangga menjadi jomblo dan bisa populer karena predikat jomblonya. Zaman dimana bukan hanya pria yang berhak menyatakan cintanya, melainkan wanita pun bisa melakukannya.
Menurut kamu gimana? Mungkin inilah siklus zaman yang harus kita hadapi. Diambil hikmahnya saja, sehingga dapat ide untuk membuat gambar di bawah ini, semoga anda setuju....
Gambar Tuhan Itu Maha Adil dalam Menciptakan Pria dan Wanita
Jumat, 15 Mei 2015
[Gambar] Sungguh Mengerikan Menjadi Tua
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 15 Mei 2015
Kita semua akan tua, kita semua akan jadi orang tua.
Entah orang tua dari anak-anak kita sendiri atau orang tua dari yang menganggap kita tua.
Lalu apa yang ingin kamu kenang dari masa mudamu?
Lalu apa yang ingin kamu ceritakan ke anak cucumu?
Entah orang tua dari anak-anak kita sendiri atau orang tua dari yang menganggap kita tua.
Lalu apa yang ingin kamu kenang dari masa mudamu?
Lalu apa yang ingin kamu ceritakan ke anak cucumu?
Sabtu, 09 Mei 2015
[Gambar] Aku ini adalah Matahari
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 9 Mei 2015
Kalimat di dalam gambar ini romantis kan?
Kalimat di dalam gambar ini romantis kan?
Ya, saya pernah mengalami. Ada masa dimana kita mencintai seseorang. Berusaha peduli dan berkorban. Tetapi ternyata selama ini kita hanya dianggap sebagai pengganggu: tidak lebih seperti hama.
Gambar Aku ini adalah Matahari
Sabtu, 02 Mei 2015
[Gambar] Selamat Hari Pendidikan Nasional
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 2 Mei 2015
Kemarin kan buruh banyak yang demo karena kecilnya gaji. Padahal kalau gaji UMR ditambah uang lemburan total gajinya jadi 3 juta ke atas.
Lha coba dibayangkan guru honorer. Gajinya kecil sekali. Tapi mereka enggak demo tuh.
Jadi pantas, kalau banyak guru honorer yang jomblo. Mereka enggak punya uang.
Senin, 27 April 2015
[Gambar] Berpacaran itu Seperti Duduk di Kursi Goyang
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 27 April 2015
Nih, aku kasih alasan kenapa jadi jomblo itu lebih keren daripada jadi orang yang berpacaran.
Kadang, kalau diamati lebih seksama. Orang yang pacaran itu mirip dengan orang yang duduk di kursi goyang. Dia sibuk sendiri sama pacarnya. Tanpa dia sadari, dia sebenarnya tidak kemana-mana. Menggapai cita-citanya enggak, belajar hidup mandiri juga enggak.
Gambar Berpacaran Itu Seperti Duduk di Kursi Goyang
Minggu, 22 Maret 2015
[Gambar] Jangan Pernah Menyatakan Cintamu pada Seseorang
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 22 Maret 2015
Beberapa hari yang lalu:
Jimmy: "Kamu sayang enggak sama diri kamu sendiri?"
Mikhayla: "Ya jelas sayanglah..."
Jimmy: "Kalau begitu kita menyayangi orang yang sama. Eh, bukan cuma sayang. Tapi cinta..."
Mikhayla: .... (kejang-kejang kesenengan).Beberapa hari kemudian yang penuh dengan gombalan, senyuman dan perhatian yang berlebihan....
Jimmy: "Maaf ya, ternyata selama ini aku hanya kagum sama kamu....".
Mikhayla: "Jim.... Ini hati lho.... Bukan warung kopi! Kalau hanya mau berteduh terus pergi lagi, bukan di sini tempatnya".
Jimmy: "Aku juga enggak ngerti. Tiba-tiba aja perasaan cinta aku sama kamu hilang".
Mikhayla: "Makanya jangan mudah mengatakan cinta Jim.... Sekarang gimana nih? Hati aku udah hancur, walau kamu minta maaf juga, lalu aku coba memperbaiki hati aku kembali. Tapi hati aku enggak akan kembali seperti semula".
Jimmy: "Tenang Alya.... Rasa sakit itu mendewasakan".
Mikhayla: "Kamu emang bajingan ya!"
Jimmy: "Kamu kok ngomong kayak gitu? Udah aku bilang, aku bukan pria bajingan. Aku ini pria bejat. Beda ya!".
Mikhayla: "Oh maaf kalau kayak gitu. Maaf ya....".
*Trust me, It's works
Karya: Rofa Yulia Azhar
Karya: Rofa Yulia Azhar
Jangan Pernah Menyatakan Cinta
[Gambar] Berhentilah Membanding-Bandingkan
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 22 Maret 2015
Gambar ini masih diilhami dari pertemuan saya dengan Sang Mantan. Berikut cerita singkatnya:
Gambar ini masih diilhami dari pertemuan saya dengan Sang Mantan. Berikut cerita singkatnya:
Disebuah kafe yang penat oleh hiruk-pikuk para omnivora. Dipojok sebelah kiri pintu masuk. Terlihat ada sepasang kekasih. Tapi tak seperti biasanya, hanya kegelisahan yang tampak dari keduanya.
Mikhayla: "Dia baik, ke keluarga aku baik, perhatian banget, nggak jahil dan nyebelin kayak kamu".
Jimmy: "Tapi aku kan pacar kamu. Dia hanya seperti pria lainnya. Predator. Semua lelaki selalu berpura-pura baik ketika mendekati wanita".
Mikhayla: "Beda. Kalau kamu dari awal saja sudah cuek. Kita enggak akan tahu kalau kita enggak pernah mencoba kan?"
Jimmy: "Maksud kamu? Setidaknya aku tidak pernah berpura-pura".
Mikhayla: "Aku mau kita udahan. Dia nembak aku. Aku mau nerima dia. Dia keren, pendiam, kaya, baik, dan perhatian. 180 derajat berbeda dengan kamu!"
Sejenak, semua terasa hening. Jimmy menarik napas panjang-panjang. Menghirup lebih banyak oksigen agar otaknya lebih jernih dalam berpikir.
Jimmy: "Seperti makanan yang sudah dingin, yang lama memang tidak menarik lagi dan yang baru selalu tampak lebih baik. Tapi tolong berhenti membanding-bandingkan aku dengan dia. Perbandingan tidak akan membawa kita kemana-mana. Ingat Alya, cinta itu artinya kenyamanan"
Mikhayla: ".....".
Jimmy: "Aku benci dibanding-bandingkan. Sebaiknya memang sampai di sini saja"
Mikhayla masih terdiam. Memandangi sepotong chicken cordon yang mulai mendingin. Tanpa dia sadari, Jimmy sudah pergi dari pandangannya.
Karya: Rofa Yulia Azhar
*Kisah beberapa waktu yang lampau
Tentang Masa Depan
Senin, 16 Maret 2015
[Gambar] Menunggu Orang yang Kita Cintai
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 16 Maret 2015
Kemarin, hari Sabtu 15 Maret 2015 tepatnya jam 15.00-19.00 WIB saya menyempatkan untuk bertemu dengan mantan saya yang terakhir. Bilangnya sih ada sesuatu yang mau dibahas. kirain bakalan membahas masalah kimia, matematika atau sains. Ternyata pada akhirnya membahas masalah cinta.
Jujur saja cukup sakit hati ketika dia bilang udah enggak suka lagi. Hati ini rasanya terpecah menjadi 7 bagian, berserakan, dan memancarkan energi. Mengapa? Mungkin karena saya yang masih ngarep dalam hal ini. Lalu buat apa selama ini saya harus terus menjomblo selama 15 bulan? Mungkin salah satu alasan dan alasan terkuatnya adalah karena dia.
Tapi ada yang lebih aneh, dia bilang tidak suka lagi tapi ngajak ketemuan. Absurd sekali fenomena ini. Mungkin bisa saya daftarkan di rekor MURI. atau mungkin dia sebenarnya bohong. Wanita kan seperti itu, suka gengsi akan perasaannya sendiri.
Akhirnya kita membahas masalah masa lalu kita. Waktu dimana saya pernah berbuat banyak kesalahan padanya, dan begitu juga sebaliknya. Menyesal, menertawakan kekonyolan diri sendiri, memaki dan mencoba bijaksana. Itulah yang kami lakukan.
Malam itu gerimis, akhirnya kami sepakat akan satu hal. Aku akan menunggunya sampai tanggal 17 Juli 2017. Jika dia tidak menikah, maka aku yang harus menikahinya. Apakah ini adil? Entahlah. Apapun akan saya lakukan untuk menebus dosaku padanya.
Karena kejadian itu. Sepanjang perjalanan menuju kosan saya merenung banyak hal. Mungkin ini adil. Lalu tercetuslah kata-kata: "Menunggu orang yang kita cintai untuk menikahi kita, memang perbuatan bodoh. Tetapi, menjali hidup dengan orang yang tidak kita cintai, itu lebih bodoh lagi. Kawan, Cinta tidak sebercanda itu"
Selanjutnya saya akhirnya membuat cerita singkat tentang kisah ini. Berikut ceritanya:
Kemarin, hari Sabtu 15 Maret 2015 tepatnya jam 15.00-19.00 WIB saya menyempatkan untuk bertemu dengan mantan saya yang terakhir. Bilangnya sih ada sesuatu yang mau dibahas. kirain bakalan membahas masalah kimia, matematika atau sains. Ternyata pada akhirnya membahas masalah cinta.
Jujur saja cukup sakit hati ketika dia bilang udah enggak suka lagi. Hati ini rasanya terpecah menjadi 7 bagian, berserakan, dan memancarkan energi. Mengapa? Mungkin karena saya yang masih ngarep dalam hal ini. Lalu buat apa selama ini saya harus terus menjomblo selama 15 bulan? Mungkin salah satu alasan dan alasan terkuatnya adalah karena dia.
Tapi ada yang lebih aneh, dia bilang tidak suka lagi tapi ngajak ketemuan. Absurd sekali fenomena ini. Mungkin bisa saya daftarkan di rekor MURI. atau mungkin dia sebenarnya bohong. Wanita kan seperti itu, suka gengsi akan perasaannya sendiri.
Akhirnya kita membahas masalah masa lalu kita. Waktu dimana saya pernah berbuat banyak kesalahan padanya, dan begitu juga sebaliknya. Menyesal, menertawakan kekonyolan diri sendiri, memaki dan mencoba bijaksana. Itulah yang kami lakukan.
Malam itu gerimis, akhirnya kami sepakat akan satu hal. Aku akan menunggunya sampai tanggal 17 Juli 2017. Jika dia tidak menikah, maka aku yang harus menikahinya. Apakah ini adil? Entahlah. Apapun akan saya lakukan untuk menebus dosaku padanya.
Karena kejadian itu. Sepanjang perjalanan menuju kosan saya merenung banyak hal. Mungkin ini adil. Lalu tercetuslah kata-kata: "Menunggu orang yang kita cintai untuk menikahi kita, memang perbuatan bodoh. Tetapi, menjali hidup dengan orang yang tidak kita cintai, itu lebih bodoh lagi. Kawan, Cinta tidak sebercanda itu"
Selanjutnya saya akhirnya membuat cerita singkat tentang kisah ini. Berikut ceritanya:
Suatu ketika ada seorang wanita yang harus kehilangan sebelah tangannya, karena terlibat kecelakaan. Waktu itu motor yang dia naiki bersama pacarnya melaju tak terkendali di jalan yang curam, sehingga menabrak tiang listrik.Akibat kejadian itu, sang perempuan menjadi sangat membenci sang pria. Hubungan mereka pun harus berakhir.Dua tahun kemudian, di senja yang bermetamorfosis, mereka bertemu lagi. Sang Wanita masih membenci Sang Pria. Dia kesal karena tangannya hilang sebelah dan tidak bisa dikembalikan lagi. Sang wanita juga menjadi tidak percaya diri lagi untuk menjalin hubungan dengan pria lain. Apalagi usianya sekarang sudah menginjak 27. Saatnya menikah.Sang Pria menunduk. Merasa bersalah. Lalu dia mengatakan bahwa dia masih mencintai Sang Wanita. Tenang saja, aku tunggu kamu sampai usia 35 tahun. Jika tidak ada pria yang mau menikahimu. Biar aku saja yang melakukannya.Sang Wanita terheran. Bertanya mengapa dia mau melakukan hal bodoh seperti itu? Padahal Sang wanita sudah tidak menyukainya lagi.Sang pria menjawab: "menunggu orang yang kita cintai untuk menikahi kita memang perbuatan bodoh. Tetapi, menjalani hidup bersama orang yang tidak kita cintai, itu lebih bodoh lagi".Sang Pria lalu berlalu. Disoraki oleh rintik hujan, dan disinari oleh lembayung senja yang menari.Ini kisah nyata anak manusia. Mungkin terkesan romantis bagi yang membacanya. Tapi tidak bagi yang menjalaninya.Karya: Rofa Yulia Azhar
Tentang Masa Depan
Jumat, 13 Maret 2015
[Gambar] Tentang Masa Depan
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 13 Maret 2015
Pada postingan kali ini saya sengaja membuat gambar tentang masa depan. Tepatnya tentang surat untuk diri sendiri. So sweet sekali bukan? Hehe....
Intinya dalam surat ini, saya ingin memberitahukan pada diri saya sendiri bahwa saya jangan terlalu mencemaskan masa depan. Berjuang saja, tak usah khawatir, karena selalu saja ada jalan....
Pada postingan kali ini saya sengaja membuat gambar tentang masa depan. Tepatnya tentang surat untuk diri sendiri. So sweet sekali bukan? Hehe....
Intinya dalam surat ini, saya ingin memberitahukan pada diri saya sendiri bahwa saya jangan terlalu mencemaskan masa depan. Berjuang saja, tak usah khawatir, karena selalu saja ada jalan....
Tentang Masa Depan
Selasa, 10 Maret 2015
[Gambar] Jodoh Itu....
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 10 Maret 2015
Kadang aneh, sama orang-orang yang rajin beribadah. Pembicaraan dan statusnya selalu membahas masalah agama. Bersikap baik, dan tampak santun. Tetapi mereka selalu saja gelisah dan galau ketika membahas jodoh. Terutama di usia yang semakin dewasa.
Dimana letak iman yang selama ini mereka agung-agungkan?
Kadang aneh, sama orang-orang yang rajin beribadah. Pembicaraan dan statusnya selalu membahas masalah agama. Bersikap baik, dan tampak santun. Tetapi mereka selalu saja gelisah dan galau ketika membahas jodoh. Terutama di usia yang semakin dewasa.
Dimana letak iman yang selama ini mereka agung-agungkan?
Jodoh Itu
Selasa, 24 Februari 2015
[Gambar] Bahaya Popok Sekali Pakai
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 24 Februari 2015
Gambar yang saya buat hari ini ingin mengajak kita semua untuk menyadari pentingnya menjaga lingkungan. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan diri untuk mengurangi atau menghentikan sama sekali penggunaan popok bayi sekali pakai atau sering juga disebut pampers.
Gambar yang saya buat hari ini ingin mengajak kita semua untuk menyadari pentingnya menjaga lingkungan. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan diri untuk mengurangi atau menghentikan sama sekali penggunaan popok bayi sekali pakai atau sering juga disebut pampers.
Bahaya Popok Sekali Pakai
Senin, 23 Februari 2015
Gambar dan Data Bahaya Plastik Bagi Lingkungan
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 23 Februari 2015
Kadang saya bertanya siapa sih orang menemukan plastik? Sebuah benda yang dipakai hanya beberapa saat saja, tetapi perlu waktu puluhan tahun untuk memusnahkannya. Konyol!
Tapi memang harus diakui. Plastik sangat banyak sekali gunanya. Tapi apakah sebanding dengan laju kerusakan ekosistem yang ditimbulkan?
Mari kita bahas bahaya plastik bagi lingkungan, melalui gambar-gambar di bawah ini:
1. Jumlah Sampah Plastik
Jumlah sampah plastik yang dihasilkan oleh Indonesia sekitar 3,4 juta ton di tahun 2014, atau itu artinya 3.400.000.000.000 kg. Banyak betul kan angka nolnya? Nah, jumlah sampahnya tentu lebih banyak dari itu. Sedangkan Cina, menghasilkan sekitar 3 kali lipat sampah plastik Indonesia.
Mirisnya, hampir 90% sampah tersebut mengapung di perairan. Mencemari air dan merusak ekosistem di sekelilingnya. Mengenaskan bukan? Jadi jika kiamat memang terjadi karena kesalahan manusia, maka yang paling memungkinkan sebagai penyebabnya adalah karena sampah plastik.
Ada tempat unik yang dinamakan great pacific garbage patch, yaitu tempat dimana sampah berkumpul di lautan pasifik karena terbawa arus laut.
2. Mereka yang Jadi Korbannya
Manusia yang jadi korban dari sampah plastik sih wajar saja karena manusia penyebabnya. Tetapi kalau mahluk lain yang jadi ikut-ikutan celaka karena sampah plastik kan enggak adil juga. Karena ternyata banyak sekali hewan, terutama di laut yang menjadi korban dari sampah plastik, eh salah, bukan sampah plastik. Tapi ini semua karena manusia juga.
3. Semua itu Bukan Solusi
Lalu apa yang telah kita lakukan untuk mencegah itu semua? Membakar sampah plastik? Tentu bukan solusi, karena pembakaran sampah plastik menyebabkan polusi di udara. Menggantinya dengan plastik yang mudah terurai? Tentu bukan solusi, karena klaim terurai dalam jangka waktu 6 bulan hanya dalam kondisi yang idea.
Lalu harus bagaimana?
Solusi sebenarnya adalah, kurangi dan hentikan penggunaan plastik!
Kadang saya bertanya siapa sih orang menemukan plastik? Sebuah benda yang dipakai hanya beberapa saat saja, tetapi perlu waktu puluhan tahun untuk memusnahkannya. Konyol!
Tapi memang harus diakui. Plastik sangat banyak sekali gunanya. Tapi apakah sebanding dengan laju kerusakan ekosistem yang ditimbulkan?
Mari kita bahas bahaya plastik bagi lingkungan, melalui gambar-gambar di bawah ini:
1. Jumlah Sampah Plastik
Jumlah sampah plastik yang dihasilkan oleh Indonesia sekitar 3,4 juta ton di tahun 2014, atau itu artinya 3.400.000.000.000 kg. Banyak betul kan angka nolnya? Nah, jumlah sampahnya tentu lebih banyak dari itu. Sedangkan Cina, menghasilkan sekitar 3 kali lipat sampah plastik Indonesia.
Mirisnya, hampir 90% sampah tersebut mengapung di perairan. Mencemari air dan merusak ekosistem di sekelilingnya. Mengenaskan bukan? Jadi jika kiamat memang terjadi karena kesalahan manusia, maka yang paling memungkinkan sebagai penyebabnya adalah karena sampah plastik.
Ada tempat unik yang dinamakan great pacific garbage patch, yaitu tempat dimana sampah berkumpul di lautan pasifik karena terbawa arus laut.
Sampah di Sungai Los Angeles
Great Pacific Garbage Patch
Mandi di Tengah Sampah Plastik
Manusia yang jadi korban dari sampah plastik sih wajar saja karena manusia penyebabnya. Tetapi kalau mahluk lain yang jadi ikut-ikutan celaka karena sampah plastik kan enggak adil juga. Karena ternyata banyak sekali hewan, terutama di laut yang menjadi korban dari sampah plastik, eh salah, bukan sampah plastik. Tapi ini semua karena manusia juga.
Bangkai Burung di Atol Midway
Bowerbird Australia yang Kepalanya Terjepit Bagian Tutup
Botol Plastik
Seekor Albatros yang Kepalanya Terjerat Hanger Pakaian
Kelomang Menggunakan Tutup Botol sebagai Cangkang
Penyu yang Terjebak oleh Sampah Plastik
Ikan Raja Laut yang di Dalam Perutnya Ditemukan Sampah Plastik
Lalu apa yang telah kita lakukan untuk mencegah itu semua? Membakar sampah plastik? Tentu bukan solusi, karena pembakaran sampah plastik menyebabkan polusi di udara. Menggantinya dengan plastik yang mudah terurai? Tentu bukan solusi, karena klaim terurai dalam jangka waktu 6 bulan hanya dalam kondisi yang idea.
Lalu harus bagaimana?
Solusi sebenarnya adalah, kurangi dan hentikan penggunaan plastik!
Waktu yang Digunakan untuk Mengurai Sampah
Senin, 12 Januari 2015
[Gambar] Cemburu itu Karena Minder
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 12 Januari 2015
Dari dulu juga saya tidak percaya bahwa cemburu berbanding lurus dengan rasa cinta. Itu hanya mitos masyarakat purbakala. Sudah layak jadi legenda.
Yang benar, cemburu itu tandanya minder. Ya enggak Pe-De. Kalau enggak minder dan merasa yang terbaik buat si dia buat apa cemburu?
Dari dulu juga saya tidak percaya bahwa cemburu berbanding lurus dengan rasa cinta. Itu hanya mitos masyarakat purbakala. Sudah layak jadi legenda.
Yang benar, cemburu itu tandanya minder. Ya enggak Pe-De. Kalau enggak minder dan merasa yang terbaik buat si dia buat apa cemburu?
Cemburu Itu Karena Minder
Jumat, 02 Januari 2015
[Gambar] Menyerah Artinya Kalah
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 2 Januari 2015
Ingin teriak kepada orang-orang yang menjalani hidup di muka bumi ini
Tentang kekalahan....
Tentang derita dan tangisan....
Kalian boleh melakukan hal apapun ketika kecewa, gagal dan putus asa.
Tapi jangan pernah menyerah, karena menyerah artinya kalah...
Terima kasih untuk samadin yang mengikhlaskan dirinya menjadi bagian karya saya. Foto dirimu akan selalu dikenang.
Cikuray, Garut
1 Januari 2015
Selasa, 30 Desember 2014
[Gambar] Jangan Membeli atau Meniup Terompet!
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 30 Desember 2014
Sebentar lagi tahun baru,
Banyak ragam orang merayakannya.
Jadi ingin berkarya untuk mengingatkan tentang rahasia terompet yang sering kita tiup.
Mulai sekarang stop membeli dan meniup terompet!
Kalian pasti sudah mengerti kan kalau beberapa penyakit ditularkan lewat air liur?
Semoga paham. Bukan maksud membuat produsen dan penjual terompet untuk merugi.
Banyak ragam orang merayakannya.
Jadi ingin berkarya untuk mengingatkan tentang rahasia terompet yang sering kita tiup.
Mulai sekarang stop membeli dan meniup terompet!
Kalian pasti sudah mengerti kan kalau beberapa penyakit ditularkan lewat air liur?
Semoga paham. Bukan maksud membuat produsen dan penjual terompet untuk merugi.
Rahasia Terompet
Kamis, 11 Desember 2014
Rabu, 03 Desember 2014
Selasa, 25 November 2014
Langganan:
Postingan
(
Atom
)






























