Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tentang Hidup

Tak masalah ada di pihak mana anda berdiri (pekerja keras, orang yang beruntung, orang sial, miskin, bodoh, pintar atau apalah), yang terpenting yang harus kita miliki adalah kemampuan untuk mengambil hikmah dari setiap momen yang terjadi dalam hidup kita (Rofa: 2010)

Mayoritas Manusia

Kebanyakan orang ingin pergi ke tempat tertinggi dalam kehidupan ini. Tanpa mereka sadari bahwa tempat tertinggi itu menjadi tempat terendah ketika mereka menginjaknya (Rofa: 2011)

Antara Tuhan dan Kita

Salah satu bentuk rasa syukur kita yang tertinggi pada tuhan tentang akal adalah membiarkan otak kita berman-main dengan bermacam-macam ide dan berusaha menuliskannya sebagai suatu kesimpulan yang dapat digunakan oleh orang lain sebagai suatu referensi, bukan sebagai kitab suci (Rofa: 2010)

Stereotipe Negatif

Apalah artinya kekurangan dan kelemahan, jika ada hati yang menerima kita apa adanya (Rofa: 2009)

Lalu

Pada akhirnya kita semua akan menjadi pahlawan dari kisah hidup kita sendiri (Rofa: 2013)

Tampilkan postingan dengan label Teknologi Tepat Guna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi Tepat Guna. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2015

[Video] Energi Terbarukan

Tanggal terbit: 20 Mei 2015

Persediaan cadangan energi bahan bakar fosil yang semakin berkurang, terutama minyak bumi dan batu-bara. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Apakah benar kita sedang mengalami krisis energi atau sebenarnya kita ini sedang mengalami krisis kesadaran.
Kesadaran akan pentingnya menjaga alam, kesadaran untuk menghargai apa yang telah diberikan oleh Tuhan

Video ini dibuat untuk digunakan pada acara Pudak Renewable Day 2015.
Produser: M. Ikhsan Pahlawan
Ide Cerita dan Skenario: Rofa Yulia Azhar
Editor: Budi Gunawan

Video Energi Terbarukan

Senin, 03 November 2014

Cara Membuat Kompor Surya atau Kompor Matahari

Tanggal terbit: 3 November 2014

Tujuan Percobaan

Setelah melakukan percobaan ini diharapkan siswa dapat:
1.      Merangkai alat percobaan kompor surya sederhana berdasarkan alat dan bahan yang telah disiapkan.
2.      Mengamati perubahan energi cahaya menjadi energi panas melalui perubahan suhu yang teramati pada termometer.
3.      Mendiskusikan contoh pemanfaatan perubahan energi cahaya menjadi energi matahari dalam kehidupan sehari-hari.

Pendahuluan

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak pada garis khatulistiwa. Itu artinya negara kita memiliki kelimpahan sinar matahari yang berlebih dibandingkan negara lainnya. Hal ini bisa kita manfaatkan. Salah satunya dengan memanfaatkan sinar matahari untuk memasak. Ya betul, kita bisa membuat kompor matahari/surya yang murah.


Gambar 1. Contoh pemanfaatan dan pembuatan kompor matahari (klik untuk memperbesar gambar)
(sumber: http://fplh.files.wordpress.com/2007/12/teknologi_kompor-surya-0709.jpg)

Alat yang Diperlukan

No.
Nama Alat
Jumlah
1
Cermin cekung besar atau bisa diganti parabola yang sudah dicat krom/silver
1 buah
2
Penumpu bentuk A (yang bisa diputar agar lebih efektif)
2 buah
3
Penumpu wajan (yang bisa diputar agar lebih efektif)
1 buah
4
Alat masak (wajan, panic, dll)
1 buah
5
Termometer
1 buah

Langkah-langkah Percobaan

1.        Siapkan alat-alat percobaan sesuai daftar.
2.        Susun peralatan seperti pada Gambar 2 di bawah ini:

Gambar 2. Rangkaian alat kompor surya sederhana
3.        Arahkan cermin cekung besar ke arah sinar matahari
4.        Untuk mengecek kualitas dari kompor surya yang kamu buat. Isilah panci dengan air yang bersih sebanyak 1000 mL. Letakkan di penumpu wajan.
5.        Perhatikan perubahan suhu yang terjadi pada air pada setiap detiknya.
6.        Hitung waktu yang diperlukan agar air dapat mendidih. Jika waktu yang kamu perlukan agar air dapat mendidih kurang dari 20 menit maka kompor surya yang kamu buat cukup baik dan dapat digunakan.

Catatan:

Hal-hal yang mempengaruhi kualitas kompor surya yang kamu buat:
1.      Luas permukaan cermin cekung. Semakin luas, maka sinar matahari yang dapat ditangkap semakin banyak
2.      Pengecetan parabola. Semakin sempurna warna catnya maka semakin bagus hasil pemantulan sinar mentarinya
3.      Kualitas sinar matahari.

Selasa, 12 Agustus 2014

[Video] Cara Membuat Pupuk Kompos

Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 12 Agustus 2014

Berikut saya lampirkan video cara membuat pupuk kompos secara konvensional atau sederhana. Semoga dapat menjadi sumber inspirasi dan referensi untuk rekan-rekan semua.

Video dibuat oleh prodi pendidikan kimia UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Terima kasih untuk Ibu Euis Nursyaadah yang bersedia menjadi guru model, mahasiswa-mahasiswi angkatan 2008 Pendidikan Kimia UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan alumni yang telah membantu pembuatan video ini.


Video Cara Membuat Pupuk Kompos

Gambar Ilustrasi Hasil dari Pupuk Kompos

Senin, 07 Oktober 2013

Cara Membuat Biodisel

Oleh : Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit : 7 Oktober 2013
Sumber : Tim Pudak. 2011. Energi Terbarukan. Bandung: Pudak Scientific.

Kompetensi Inti
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Dasar
Menyajikan hasil diskusi tentang dampak positif dan negatif pemakaian hidrokarbon dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator Percobaan
Setelah melakukan percobaan ini peserta diharapkan dapat:
1.      Membuat biodisel
2.      Menjelaskan prinsip pembuatan biodisel
3.      Mengidentifikasi kegunaan biodisel dalam kehidupan sehari-hari

Kelas
SMA Kelas XII.

Pendahuluan
Tekan Impor, Pemerintah Tambah Kadar Biodiesel

TempoJakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan penambahan kapasitas produksi bahan bakar nabati (biodiesel) di dalam negeri mampu mengurangi beban impor bahan bakar minyak, terutama solar. Dengan berkurangnya impor solar, diharapkan defisit neraca perdagangan nasional akan membaik, sehingga nilai tukar rupiah akan kembali menguat. "Pemerintah akan menambah kadar biodiesel dalam solar hingga 10 persen," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat sore, 23 Agustus 2013.

Total kebutuhan dalam negeri atas bahan bakar minyak mencapai 30 juta kilo liter setahun. Sementara kemampuan produksi kilang dalam negeri hanya 12 juta kilo liter per tahun, sehingga untuk memenuhi kebutuhan BBM Nasional, pemerintah harus mengekspor 18 juta kilo liter BBM. Dari jumlah keselurahan itu, 16 juta kilo liter di antaranya merupakan kebutuhan dalam negeri atas solar. Dari jumlah itu, 11 juta kilo liter solar diproduksi di dalam negeri, sisanya masih harus diekspor.

Pengurangan impor solar ini, kata Jero, selain untuk menyelamatkan devisa, juga bermanfaat untuk menambah lapangan pekerjaan dengan peningkatan kapasitas produksi di pabrik-pabrik sawit. Sebelumnya kadar biodiesel yang ditetapkan pemerintah hanya sebesar 7,5 persen itupun sifatnya belum mandatory sehingga produksinya masih tersendat. 
"Selama ini yang terealisasi di Pertamina baru mencapai 5 persen. Jadi dalam paket kebijakan ekonomi ini selain kita tingkatkan jadi 10 persen, sifatnya juga mandatory, alias wajib," katanya. 


Menurut Jero, kalangan pengusaha sawit sudah menyatakan siap untuk mengikuti kebijakan ini. Adapun untuk menjamin produksi biodiesel terserap nantinya, pemerintah berencana memprioritaskan penggunaan bahan bakar nabati ini untuk pembangkit listrik tenaga diesel.  "Perusahaan Listrik Negara menyatakan bisa menyerap sampai 30 persen," katanya.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan kebijakan ini selain berdampak secara signifikan terhadap tingkat impor solar, juga memberikan manfaat lain karena harganya yang lebih murah. Dia menjelaskan, sebetulnya ada gejala tingkat impor BBM turun pasca kenaikan harga BBM pada Juli lalu. 

"Ini terlihat dari pertumbuhan konsumsi BBM pada Juli hanya 4 persen dari yang biasanya 6 sampai 7 persen," kata Chatib. Tapi penurunan itu tidak cukup sehingga perlu ada upaya lain untuk menekan impor.

(Sumber: Harian Online Tempo, 2013)

Setelah membaca wacana di atas apakah kalian sudah tahu apa yang dimaksud dengan biodiesel? Mahkluk hidup seperti tumbuhan dan hewan dapat menghasilkan materi yang dapat diolah menjadi bahan bakar, energi yang terkandung dalam bahan bakar tersebut dinamakan energi bio. Energi bio merupakan energi alternatif yang baik karena memungkinkan untuk menggunakan energi tanpa meningkatkan kadar karbondioksida di udara. Penggunaan bahan bakar fosil akan membawa karbon yang tertimbun keluar menjadi karbondioksida. Sedangkan tanaman yang umumnya menjadi sumber energi bio justru dapat mengurangi emisi karbondioksida.

Hingga saat manusia dapat mengolah bermacam materi organik menjadi sumber energi bio baik berbentuk padatan, cairan, maupun gas. Contoh‐contoh pengolahan materi organik menjadi sumber energi bio antara lain; pengolahan limbah basah seperti kotoran hewan untuk menghasilkan biogas, pengolahan kayu menjadi bahan bakar padat berbentuk pelet, pengolahan minyak sawit menjadi biodiesel, dan masih banyak lagi. Mesin‐mesin industri dan otomotif umumnya menggunakan bahan bakar solar yang diperoleh dari minyak bumi. Dengan adanya biodiesel, diharapkan penggunaan solar dapat beralih menjadi biodiesel. Minyak kelapa yang diolah menjadi biodiesel umumnya dapat digunakan sebagai bahan bakar dengan cara mencampurnya dengan bahan bakar konvensional yaitu solar. Namun saat ini beberapa perusahaan otomotif yang telah membuat mesin yang dapat bekerja hanya menggunakan biodiesel. Dalam kesempatan ini, kita akan belajar salah satu cara mengolah materi organik seperti minyak sawit menjadi bahan bakar yang disebut biodiesel.

Alat dan Bahan
No.
Nama Alat/Bahan
Jumlah
Keterangan
1
Magnetic Stirrer dengan Pemanas
1 buah

2
Labu Erlenmeyer 250 mL
1 buah

3
Termometer
1 buah

4
Batang Pengaduk
1 buah

5
Gelas Kimia 500 mL
1 buah

6
Gelas Kimia 250 mL
2 buah

7
Neraca 311
1 buah

8
NaOH(s)
0,25 gram

9
Metanol(aq)
25 mL

10
Minyak Kelapa Sawit
100 mL

11
Alumunium Foil
Secukupnya

12
Air
Secukupnya


Prosedur Percobaan
1.  Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Isi gelas kimia 500 mL dengan air kira‐kira sampai kira‐kira seperempat tinggi gelas kimia. Letakkan di atas magnetic stirrer, lalu panaskan hingga mencapai suhu 50oC-60oC. Pertahankanlah suhu air dalam gelas kimia dalam rentang suhu tersebut.
Gambar 1. Prosedur Penangasan Air pada Magnetic Stirrer

2.   Masukkan ke dalam labu Erlenmeyer 100 ml minyak sawit. Panaskan dalam bak pemanas, hingga suhunya kira‐kira sama dengan suhu dalam bak pemanas, untuk mengetahuinya, dapat dilakukan dengan meraba suhu labu Erlenmeyer dengan tangan.
3.   Masukkan ke dalam gelas kimia 0,25 gram NaOH, lalu campurkan dengan 20 mL methanol sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga NaOH benar‐benar larut dalam metanol. NaOH mudah bereaksi dengan udara, jadi harus dilakukan dengan cepat. Usahakan penguapan minimum selama pengadukan. NaOH berfungsi sebagai katalis.
4.  Masukkan larutan NaOH dan metanol ke dalam labu Erlenmeyer sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan magnetic stirrer. Lakukan hingga seluruh larutan tercampur, tutup dengan alumunium foil dan biarkan selama 45 menit.
5.   Letakkan labu erlenmeyer ke dalam bak pemanas, tutup dengan alumunium foil, panaskan selama ±45 menit atau sampai semua minyak kelapa habis bereaksi. Lebih lama lebih baik, namun jangan lebih dari 120 menit. Selama pemanasan jaga agar suhu air dalam bak tetap ±60oC.


Gambar 2. Prosedur Penangasan Air pada Magnetic Stirrer

6.  Angkat labu erlenmeyer keluar dari bak pemanas, biarkan mendingin selama 30 menit . Pada tahap ini gliserol akan mengendap karena massa jenisnya lebih besar, sedangkan biodiesel akan berada di lapisan atas karena massa jenisnya lebih ringan. Untuk mempercepat pengendapan boleh digunakan alat sentrifugal jika ada.
7. Pisahkan minyak biodiesel ke dalam gelas kimia menggunakan pipet. Untuk membersihkan biodiesel dari gliserol maupun katalis yang mungkin terbawa, tambahkan 100 mlmaquades, aduk selama beberapa saat menggunakan batang pengaduk hingga seperti susu lalu biarkan selama beberapa saat hingga air dan biodiesel kembali memisah. Pisahkan biodiesel ke gelas kimia lain menggunakan pipet.
8.  Panaskan pada bak pemanas pada suhu 60oC ‐70oC hingga gelembung‐gelembung air yang terkandung dalam biodiesel menguap. Lalukan langkah pembersihan ini sebanyak 3 kali.
9.  Simpan biodiesel dalam tabung reaksi, tutup dengan alumunium  foil dan diamkan selama 1‐2 hari, katalis maupun gliserol yang mungkin ikut terbawa akan mengandap. Lapisan bening akan tampak di paling atas, inilah biodiesel yang sudah bersih dan siap digunakan. Jika menggunakan alat sentrifugal pemisahan dapat lebih cepat.
Gambar 3. Pemisahan antara Biodisel dan Gliserol

Pembahasan
Minyak kelapa tidak dapat dijadikan bahan bakar karena terlalu kental, oleh karena itu minyak kelapa dalam bentuk asam lemak perlu dikonversi melalui proses yang disebut transesterifikasi menggunakan katalis menjadi bentuk ester. Minyak kelapa merupakan senyawa trigliserida sebagaimana minyak nabati lainnya. Reaksi senyawa trigliserida dibantu dengan katalis (NaOH) akan menghasilkan gliserol dan metil ester, senyawa metil ester inilah yang digunakan sebagai biodiesel. Reaksi dari bahan yang digunakan hingga menjadi metal ester digambarkan dalam bagan berikut.

Gambar 4. Proses transesterifikasi kandungan trigliserida menjadi biodiesel

Refleksi
Jawablah pertanyaan di bawah ini ini untuk mengetahui apakah Anda benar-benar memahami konsep yang telah dipelajari:

  1. Apakah kita bisa mengganti bahan utama minyak kelapa sawit pada percobaan di atas dengan menggunakan minyak zaitun atau minyak kelapa? Buktikan hasil prediksi Anda!
  2. Bahan bakar solar biodiesel yang terdapat di SPBU saat ini hanya mengandung 10% biodiesel. Apa dampak positif dan negatif jika bahan bakar solar menggunakan biodiesel 100%?


Kamis, 26 September 2013

Menyepuh Paku dengan Tembaga

Oleh : Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit : 19 September 2013


Pendahuluan
Anda tentu pernah mengalami kekecewaan, karena barang yang anda miliki rusak karena berkarat. Sepeda, hiasan, mainan, alat dapur yang awalnya bersih menjadi rusak. Secara ekonomi, sangat besar biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki atau bahkan menganti barang-barang yang berkarat.

Proses perkaratan pada barang-barang dari logam tersebut merupakan proses elektrokimia, dimana logam-logam tersebut berinteraksi dengan zat-zat kimia yang ada di lingkungannya sehingga terjadi reaksi redoks. Apakah proses elektrokimia selalu merugikan kita? Proses elektrokimia yang tidak terkendalikan akan banyak merugikan kita. Tetapi perkembangan ilmu telah berhasil mengendalikan proses elektrokimia. Anda tentu pernah menggunakan barang-barang hasil proses elektrokimia. Baterai untuk menyalakan radio, kalkulator, atau jam tanganmu merupakan barang yang menggunakan proses elektrokimia. Contoh lain dari proses elektrokimia adalah pelapisan logam dengan logam lain. Coba amati komponen dari sepeda yang putih mengkilap. Komponen tersebut terbuat dari besi yang sudah dilapisi krom. Sekarang sudah banyak barang-barang khususnya perhiasan yang berlapiskan perak atau emas. Seperti halnya penyepuhan logam.

Pada pembelajaran tentang Elektrolisis, Anda mempelajari kegunaan dari elektrolisis tersebut. Diantaranya, elektrolisis dapat digunakan untuk melapisi logam yang mudah berkarat dengan logam yang lebih tahan terhadap perkaratan (korosi). Dalam kehidupan sehari-hari, perhiasan yang bukan emas dilapisi dengan emas. Istilah yang sering digunakan disini adalah penyepuhan.

Logam yang tidak mudah berkarat atau tahan korosi ini diantaranya terdapat logam-logam yang tergolong mulia. Ingatkah Anda logam apa saja yang tergolong logam mulia? Cu, Hg, Ag, Pt, dan Au. Ya, ada 6 logam tergolong mulia. Kaleng makanan adalah besi yang dilapisi timah putih, Sn. Sn memang tidak termasuk logam mulia, namun pada deret keaktifan logam, harga potensialnya mendekati logam mulia. Jadi dapat dikatakan Sn agak mulia, sukar mengalami oksidasi. Dari penelitian para pakar, diputuskan bahwa kaleng makanan adalah besi dilapisi Sn.


Alat dan Bahan


No.
Nama Alat/Bahan
Jumlah
Keterangan
1
Paku
2 buah

2
Elektroda tembaga
1 buah

3
Gelas Kimia 250 mL
1 buah

4
Catu Daya
1 buah

5
CuSO4(aq) 0,1 M
100 mL

6
Kabel Penghubung dengan Berpenjepit Buaya
2 buah


Prosedur Percobaan
1.  Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. Isi gelas kimia dengan 100 mL CuSO4(aq).
2.  Rangkailah peralatan seperti pada gambar di bawah ini:


Gambar Rangkaian Alat Percobaan
3.  Nyalakan catu daya, alirkan arus sebesar 12 V DC selama 10 menit.
4.   Perhatikan apa yang terjadi pada pada paku.


Pembahasan
Persamaan elektrolisis penyepuhan besi dengan tembaga adalah:
Katode (Fe)     : Cu2+ + 2e- => Cu
Anode (Cu)      : Cu => Cu2+ + 2e-