Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tentang Hidup

Tak masalah ada di pihak mana anda berdiri (pekerja keras, orang yang beruntung, orang sial, miskin, bodoh, pintar atau apalah), yang terpenting yang harus kita miliki adalah kemampuan untuk mengambil hikmah dari setiap momen yang terjadi dalam hidup kita (Rofa: 2010)

Mayoritas Manusia

Kebanyakan orang ingin pergi ke tempat tertinggi dalam kehidupan ini. Tanpa mereka sadari bahwa tempat tertinggi itu menjadi tempat terendah ketika mereka menginjaknya (Rofa: 2011)

Antara Tuhan dan Kita

Salah satu bentuk rasa syukur kita yang tertinggi pada tuhan tentang akal adalah membiarkan otak kita berman-main dengan bermacam-macam ide dan berusaha menuliskannya sebagai suatu kesimpulan yang dapat digunakan oleh orang lain sebagai suatu referensi, bukan sebagai kitab suci (Rofa: 2010)

Stereotipe Negatif

Apalah artinya kekurangan dan kelemahan, jika ada hati yang menerima kita apa adanya (Rofa: 2009)

Lalu

Pada akhirnya kita semua akan menjadi pahlawan dari kisah hidup kita sendiri (Rofa: 2013)

Tampilkan postingan dengan label Teknik Dasar Praktikum Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Dasar Praktikum Kimia. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juli 2013

Cara Mengamati Reaksi Kimia

Tanggal terbit : 8 Juli 2013

Ciri dari terjadinya suatu reaksi kimia ada empat jenis, yaitu perubahan warna, perubahan suhu, timbulnya endapan dan timbulnya gas. Patut diingat jika tidak harus semua ciri tersebut muncul pada suatu reaksi kimia. Satu ciri saja  sudah cukup untuk emberitahu kita jika reaksi kimia sedang berlangsung.

1. Mengamati Perubahan Warna
Perubahan warna dapat kita amati dengan mudah, tapi jika warna yang dihasilkan bias maka kita bisa menggunakan bantuan jas lab warna putih untuk memudahkan kita dalam mengidentifikasi warna yang dihasilkan. Oleh alasan itu pula mengapa jas lab bagi orang kimia harus berwarna putih.


2. Mencium Gas
Pada saat melakukan pengamata terhadap gas yang ditimbulkan sebaiknya kita tidak terlalu berani menghirup gas yang terbentuk. Percayalah beberapa gas sangat merugikan kesehatan Anda jika terhirup terlalu banyak. Cara terbaik adalah dengan menghirup zat dari kejauhan, tetapi masih memungkinkan untuk hidung kita dapat mencium bau gas yang dihasilkan, lalu tangan kita mengibas-ngibaskan udara di sekitar tempat gas dihasilkan agar konsentrasi gas yang terhirup oleh hidung menjadi lebih sedikit.
3. Mengamati Endapan
Mengamati proses terjadinya endapan pada suatu reaksi kimia memang tergolong mudah. Tetapi jika endapan yang akan kita amati jumlahnya sedikit dan partikelnya sangat kecil tentulah kita akan mengalami kesulitan. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menyimpan alas atau kertas di bawah wadah yang sedang kita amati. Jika endapan berwarna terang maka kita dapat menaruh kertas gelap, dan jika warna endapan gelap maka kita bisa menaruh kertas terang sebagai alas.

4. Merasakan Perubahan Suhu
Kebanyakan siswa melakukan kesalahan yang cukup fatal ketika mengidentifikasi suhu dari suatu sampel. Beberapa diantaranya ada yang mencelupkan telunjuknya ke dalam sampel, tentu saja cara ini berbahaya. Cara yang paling mudah dan aman adalah dengan mendekatkan jari kita ke sampel dan tak perlu menyentuhnya. Jari kita cukup sensitif dalam merasakan perubahan suhu yang terjadi.

Catatan: Selengkapnya mengenai teknik dasar dalam praktikum klik link berikut: Teknik Dasar dalam Praktikum

Cara Menggunakan Pipet Filler

Tanggal terbit : 8 Juli 2013

Pipet filler digunakan untuk memindahkan sejumlah volume larutan, yang biasanya disebut dengan aliquot. Pipet yang digunakan, baik pipet ukur maupun pipet volumetrik, harus dibilas terlebih dahulu dengan beberapa mililiter larutan yang akan dipipet. Jangan mempipet cairan langsung dengan mulut tetapi gunakan pipet filler untuk memompa cairan masuk ke dalam pipet. Larutan yang akan dipipet disiapkan dalam gelas kimia yang bersih. Jangan langsung mempipet larutan dari dalam botol reagen karena akan mengkontaminasi larutan yang tersisa dalam botol reagen. Perhatikan gambar bagian-bagian pipet filler di bawah ini:



Pipet filler harus dikombinasikan dengan pipet volumetrik atau pipet ukur agar dapat digunakan. Berikut langkah-langkah ketika memindahkan larutan dengan menggunakan pipet filler:
  1. Pipet larutan sampai melewati batas skala pada pipet
  2. Tempelkan ujung pipet ke dinding gelas kimia yang dimiringkan (posisi pipet harus tegak lurus dan batas skala pada pipet sejajar dengan mata). Keluarkan larutan sampai tepat di batas skala.
  3. Pindahkan pipet ke wadah lain yang akan dimasukkan larutan tersebut. Keluarkan isi larutan dalam pipet
  4. Diamkan pipet sesaat hingga tidak ada larutan yang keluar lagi. Biarkan sisa larutan yang ada di ujung pipet, jangan ditiup.

Untuk mempermudah Anda dalam memahami langkah-langkah di atas perhatikanlah gambar di bawah ini:

Catatan: Selengkapnya mengenai teknik dasar dalam praktikum klik link berikut: Teknik Dasar dalam Praktikum