Tampilkan postingan dengan label Teknik Dasar Praktikum Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Dasar Praktikum Kimia. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 Juli 2013
Cara Mengamati Reaksi Kimia
Oleh : Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit : 8 Juli 2013
Ciri
dari terjadinya suatu reaksi kimia ada empat jenis, yaitu perubahan warna,
perubahan suhu, timbulnya endapan dan timbulnya gas. Patut diingat jika tidak
harus semua ciri tersebut muncul pada suatu reaksi kimia. Satu ciri saja sudah cukup untuk emberitahu kita jika reaksi
kimia sedang berlangsung.
1. Mengamati Perubahan Warna
Perubahan
warna dapat kita amati dengan mudah, tapi jika warna yang dihasilkan bias maka
kita bisa menggunakan bantuan jas lab warna putih untuk memudahkan kita dalam
mengidentifikasi warna yang dihasilkan. Oleh alasan itu pula mengapa jas lab
bagi orang kimia harus berwarna putih.
2. Mencium Gas
Pada
saat melakukan pengamata terhadap gas yang ditimbulkan sebaiknya kita tidak terlalu
berani menghirup gas yang terbentuk. Percayalah beberapa gas sangat merugikan
kesehatan Anda jika terhirup terlalu banyak. Cara terbaik adalah dengan
menghirup zat dari kejauhan, tetapi masih memungkinkan untuk hidung kita dapat
mencium bau gas yang dihasilkan, lalu tangan kita mengibas-ngibaskan udara di
sekitar tempat gas dihasilkan agar konsentrasi gas yang terhirup oleh hidung
menjadi lebih sedikit.
3. Mengamati Endapan
Mengamati
proses terjadinya endapan pada suatu reaksi kimia memang tergolong mudah.
Tetapi jika endapan yang akan kita amati jumlahnya sedikit dan partikelnya
sangat kecil tentulah kita akan mengalami kesulitan. Salah satu cara yang dapat
digunakan adalah dengan menyimpan alas atau kertas di bawah wadah yang sedang
kita amati. Jika endapan berwarna terang maka kita dapat menaruh kertas gelap,
dan jika warna endapan gelap maka kita bisa menaruh kertas terang sebagai alas.
4. Merasakan Perubahan Suhu
Kebanyakan
siswa melakukan kesalahan yang cukup fatal ketika mengidentifikasi suhu dari
suatu sampel. Beberapa diantaranya ada yang mencelupkan telunjuknya ke dalam
sampel, tentu saja cara ini berbahaya. Cara yang paling mudah dan aman adalah
dengan mendekatkan jari kita ke sampel dan tak perlu menyentuhnya. Jari kita
cukup sensitif dalam merasakan perubahan suhu yang terjadi.
Catatan: Selengkapnya mengenai teknik dasar dalam praktikum klik link berikut: Teknik Dasar dalam Praktikum
Cara Menggunakan Pipet Filler
Oleh : Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit : 8 Juli 2013
Pipet
filler digunakan untuk memindahkan sejumlah volume larutan, yang biasanya
disebut dengan aliquot. Pipet yang
digunakan, baik pipet ukur maupun pipet volumetrik, harus dibilas terlebih dahulu
dengan beberapa mililiter larutan yang akan dipipet. Jangan mempipet cairan
langsung dengan mulut tetapi gunakan pipet filler untuk memompa cairan masuk ke
dalam pipet. Larutan yang akan dipipet disiapkan dalam gelas kimia yang bersih.
Jangan langsung mempipet larutan dari dalam botol reagen karena akan
mengkontaminasi larutan yang tersisa dalam botol reagen. Perhatikan gambar
bagian-bagian pipet filler di bawah ini:
Pipet
filler harus dikombinasikan dengan pipet volumetrik atau pipet ukur agar dapat
digunakan. Berikut langkah-langkah ketika memindahkan larutan dengan
menggunakan pipet filler:
- Pipet larutan sampai melewati batas skala pada pipet
- Tempelkan ujung pipet ke dinding gelas kimia yang dimiringkan (posisi pipet harus tegak lurus dan batas skala pada pipet sejajar dengan mata). Keluarkan larutan sampai tepat di batas skala.
- Pindahkan pipet ke wadah lain yang akan dimasukkan larutan tersebut. Keluarkan isi larutan dalam pipet
- Diamkan pipet sesaat hingga tidak ada larutan yang keluar lagi. Biarkan sisa larutan yang ada di ujung pipet, jangan ditiup.
Untuk
mempermudah Anda dalam memahami langkah-langkah di atas perhatikanlah gambar di
bawah ini:
Catatan: Selengkapnya mengenai teknik dasar dalam praktikum klik link berikut: Teknik Dasar dalam Praktikum
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

