Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tentang Hidup

Tak masalah ada di pihak mana anda berdiri (pekerja keras, orang yang beruntung, orang sial, miskin, bodoh, pintar atau apalah), yang terpenting yang harus kita miliki adalah kemampuan untuk mengambil hikmah dari setiap momen yang terjadi dalam hidup kita (Rofa: 2010)

Mayoritas Manusia

Kebanyakan orang ingin pergi ke tempat tertinggi dalam kehidupan ini. Tanpa mereka sadari bahwa tempat tertinggi itu menjadi tempat terendah ketika mereka menginjaknya (Rofa: 2011)

Antara Tuhan dan Kita

Salah satu bentuk rasa syukur kita yang tertinggi pada tuhan tentang akal adalah membiarkan otak kita berman-main dengan bermacam-macam ide dan berusaha menuliskannya sebagai suatu kesimpulan yang dapat digunakan oleh orang lain sebagai suatu referensi, bukan sebagai kitab suci (Rofa: 2010)

Stereotipe Negatif

Apalah artinya kekurangan dan kelemahan, jika ada hati yang menerima kita apa adanya (Rofa: 2009)

Lalu

Pada akhirnya kita semua akan menjadi pahlawan dari kisah hidup kita sendiri (Rofa: 2013)

Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Oktober 2015

Spidol adalah Sisi Romantisku, Papan Tulis adalah Kanvasku

Tanggal terbit: 07 Oktober 2015

Spidol adalah sisi romantisku, dan papan tulis adalah kanvas terbaik milikku. Tempat dimana aku bisa menunjukkan cintaku pada muridku (Rofa Yulia Azhar, 2015).

Ini senjataku ketika mengajar. 8 buah spidol warna. Kadang pusing juga ketika mau pakai. Kadang kebanyakan pakai warna merah. Mungkin karena merah memang warna favorit.

Spidol adalah sisi romantisku, dan papan tulis adalah kanvas terbaik milikku. Tempat dimana aku bisa menunjukkan cintaku pada muridku.

Menurutku tidak ada media pembelajaran seefektif dan seaplikatif papan tulis. Lewat papan tulis, sebuah DNA yang rumit pun bisa jadi dipahami. Lewat papan tulis juga cinta yang bertepuk sebelah tangan bisa dijelaskan.

Maaf, bukan melecehkan yang suka pakai media pembelajaran lain. Tapi kadang sekarang sudah kebablasan.

Terutama yang sering pakai slide power point. Salah kaprah. Isi slidenya tulisan semua. Cuma mindahin dari buku. Tanpa disadari, kalau kayak gitu, guru ya enggak usah ngajar juga enggak apa-apa. Tinggal baca aja di slide. Konyol kan!

Dulu aku ingin jadi ilmuan, ternyata tidak tercapai. Mungkin saja muridku nanti yang bisa menggapainya. Semoga pendidikan di Indonesia semakin baik. Ya, baik-baik saja.

^_^

Jumat, 07 Agustus 2015

Bayi Baru itu Bernama Osmium

Tanggal terbit: 7 Agustus 2015

Sekita dua bulan yang lalu teman dekat saya yang bernama Samadin datang ke kosan. Saya kira hanya berkunjung biasa, ternyata ini lebih serius lagi. Sebenarnya entah kebetulan atau memang takdir, karena saya memang sudah punya feeling bahwa ini akan terjadi: sebuah ajakan untuk berbisnis.


Setelah prolog yang cukup panjang, sepanjang jalan kenangan. Sesuai dengan perkiraan, akhirnya Samadin mengutarakan maksud yang sebenarnya untuk mengajak berbisnis. Tapi satu hal yang cukup lucu, dia pun tidak tahu mau berbisnis apa. Tapi tak apa, yang penting niat dulu, biasanya ide akan mengikuti nantinya.


Setelah berdiskusi panjang dikali lebar akhirnya tercetuslah ide untuk memproduksi sepatu wanita kelas menengah. Ini bisa dibilang pilihan tepat karena Samadin sudah cukup berpengalaman di bidang ini. Selain itu salah satu calon pemodal kami, yang bernama Wildan juga cukup bersahabat karib dengan bidang fashion wanita.


Tidak ingin membuang waktu, maka hal yang pertama saya kerjakan adalah mencari nama produk baru ini. Asalnya akan menggunakan bahasa Italia, seperti bellissimo (indah) atau jelita (delicato). Kemudian sempat juga berpikir menggunakan bahasa Swahili, Ibrani dan bahasa asing lainnya.


Setelah cukup banyak mendapatkan referensi, sambil merenung, saya ingat tentang basic saya sebagai orang kimia. Lekas saya membuka tabel periodik unsur. Saya lapalkan satu per satu nama yang ada. Saya mencari nama yang feminim dan mudah dilafalkan.


Bingo!

Osmium nama yang indah. Apakah anda sependapat dengan saya? Lalu saya mulai berpikir menganai lambang yang cocok untuk nama ini. Beruntung sekali nama osmium diawali dengan huruf "O". Sebuah bentuk bangun datar yang paling kuno di muka bumi ini, tetapi lebih dari itu, juga terlihat sederhana namun tidak miskin.

Lalu saya berusaha menghubungkan nama osmium, bentuk lingkaran dan juga tagline kami berupa fun, simple and fashionable. Akhirnya lahirlah bayi pertama dari ide bisnis ini. Ya! Sebuah lambang untuk osmium yang modern, simple, fun dan fashionable.


Lalu saya juga menyadari, orang-orang yang akan saya ajak berkerjasama pasti banyak yang akan mempertanyakan makna lambang ini. Lalu dengan sesuka hati saya mencoba memasukkan filosofi yang ada pada lambang osmium. Maksa sebenernya!


Tapi inilah saya, makna sebuah logo atau lambang itu sebenarnya hanyalah aspek pembenaran dari sang pembuat. Hanya sebuah kesepakatan saja. Tak lebih, yang paling penting adalah bagaimana cara kita menempatkan logo tersebut. Sebagai sebuah visi kah? atau hanya sebagi penghias produk belaka.



Makna Logo: 

  • Lingkaran: Bentuk lingkaran cenderung memproyeksikan pesan emosional yang positif, menggambarkan adanya kesatuan dan stabilitas. Lingkaran memiliki simetri lipat dan simetri putar yang tidak terbatas, yang dapat mewakili mimpi dan keinginan manusia yang juga tidak terbatas. Selain itu, lingkaran merupakan salah satu bentuk bangun datar tertua, kesederhanaan bentuknyalah yang menyebabkan lingkaran masih eksis digunakan sampai sekarang. Sama seperti filosofi produk yang kami jual: Simple. 
  • Lima warna penyusun lingkaran: Lima warna penyusun lingkaran menggambarkan filosofi kami yang selalu ingin menyediakan produk yang fun, fashionable dan beragam sehingga dapat menjangkau berbagai tingkatan konsumen.

Nama Osmium:

Osmium diambil dari nama unsur kimia dengan nomor atom 76, dengan lambang unsur Os. Osmium berasal dari kata osme yang dalam bahasa yunani berarti "bau" dan ium yang berarti logam. Osmium biasanya berperan sebagai residu yang ditemukan pada platina. Dinamakan "bau" karena pada saat ditemukan tercium "bau" asap dari proses oksidasi osmium tetraoksida. Sama seperti logam osmium, filosofi kami adalah agar produk yang kami produksi dapat segera tersebar dan tercium dengan cepat oleh masyarakat luas.

Rabu, 20 Mei 2015

[Gambar] Tuhan Itu Maha Adil dalam Menciptakan Pria dan Wanita

Tanggal terbit: 20 Mei 2015

Abad ini sepertinya abad yang lagi ngtrend akan jombloisme, dan emansipasi. Zaman dimana orang bangga menjadi jomblo dan bisa populer karena predikat jomblonya. Zaman dimana bukan hanya pria yang berhak menyatakan cintanya, melainkan wanita pun bisa melakukannya.


Menurut kamu gimana? Mungkin inilah siklus zaman yang harus kita hadapi. Diambil hikmahnya saja, sehingga dapat ide untuk membuat gambar di bawah ini, semoga anda setuju....



Gambar Tuhan Itu Maha Adil dalam Menciptakan Pria dan Wanita


Jumat, 15 Mei 2015

[Gambar] Sungguh Mengerikan Menjadi Tua

Tanggal terbit: 15 Mei 2015


Kita semua akan tua, kita semua akan jadi orang tua.
Entah orang tua dari anak-anak kita sendiri atau orang tua dari yang menganggap kita tua.
Lalu apa yang ingin kamu kenang dari masa mudamu?
Lalu apa yang ingin kamu ceritakan ke anak cucumu?

Bengkalis, 15 Mei 2015

Gambar Sungguh Mengerikannya Menjadi Tua


Sabtu, 09 Mei 2015

[Gambar] Aku ini adalah Matahari

Tanggal terbit: 9 Mei 2015

Kalimat di dalam gambar ini romantis kan?
Ya, saya pernah mengalami. Ada masa dimana kita mencintai seseorang. Berusaha peduli dan berkorban. Tetapi ternyata selama ini kita hanya dianggap sebagai pengganggu: tidak lebih seperti hama.

Gambar Aku ini adalah Matahari

Senin, 27 April 2015

[Gambar] Berpacaran itu Seperti Duduk di Kursi Goyang

Tanggal terbit: 27 April 2015

Nih, aku kasih alasan kenapa jadi jomblo itu lebih keren daripada jadi orang yang berpacaran.
Kadang, kalau diamati lebih seksama. Orang yang pacaran itu mirip dengan orang yang duduk di kursi goyang. Dia sibuk sendiri sama pacarnya. Tanpa dia sadari, dia sebenarnya tidak kemana-mana. Menggapai cita-citanya enggak, belajar hidup mandiri juga enggak. 

Gambar Berpacaran Itu Seperti Duduk di Kursi Goyang

Minggu, 22 Maret 2015

[Gambar] Jangan Pernah Menyatakan Cintamu pada Seseorang

Tanggal terbit: 22 Maret 2015

Beberapa hari yang lalu:
Jimmy: "Kamu sayang enggak sama diri kamu sendiri?"
Mikhayla: "Ya jelas sayanglah..."
Jimmy: "Kalau begitu kita menyayangi orang yang sama. Eh, bukan cuma sayang. Tapi cinta..."
Mikhayla: .... (kejang-kejang kesenengan).Beberapa hari kemudian yang penuh dengan gombalan, senyuman dan perhatian yang berlebihan....
Jimmy: "Maaf ya, ternyata selama ini aku hanya kagum sama kamu....".
Mikhayla: "Jim.... Ini hati lho.... Bukan warung kopi! Kalau hanya mau berteduh terus pergi lagi, bukan di sini tempatnya".
Jimmy: "Aku juga enggak ngerti. Tiba-tiba aja perasaan cinta aku sama kamu hilang".
Mikhayla: "Makanya jangan mudah mengatakan cinta Jim.... Sekarang gimana nih? Hati aku udah hancur, walau kamu minta maaf juga, lalu aku coba memperbaiki hati aku kembali. Tapi hati aku enggak akan kembali seperti semula".
Jimmy: "Tenang Alya.... Rasa sakit itu mendewasakan".
Mikhayla: "Kamu emang bajingan ya!"
Jimmy: "Kamu kok ngomong kayak gitu? Udah aku bilang, aku bukan pria bajingan. Aku ini pria bejat. Beda ya!".
Mikhayla: "Oh maaf kalau kayak gitu. Maaf ya....".
*Trust me, It's works
Karya: Rofa Yulia Azhar

Jangan Pernah Menyatakan Cinta

[Gambar] Berhentilah Membanding-Bandingkan

Tanggal terbit: 22 Maret 2015

Gambar ini masih diilhami dari pertemuan saya dengan Sang Mantan. Berikut cerita singkatnya:
Disebuah kafe yang penat oleh hiruk-pikuk para omnivora. Dipojok sebelah kiri pintu masuk. Terlihat ada sepasang kekasih. Tapi tak seperti biasanya, hanya kegelisahan yang tampak dari keduanya.
Mikhayla: "Dia baik, ke keluarga aku baik, perhatian banget, nggak jahil dan nyebelin kayak kamu".
Jimmy: "Tapi aku kan pacar kamu. Dia hanya seperti pria lainnya. Predator. Semua lelaki selalu berpura-pura baik ketika mendekati wanita".
Mikhayla: "Beda. Kalau kamu dari awal saja sudah cuek. Kita enggak akan tahu kalau kita enggak pernah mencoba kan?"
Jimmy: "Maksud kamu? Setidaknya aku tidak pernah berpura-pura".
Mikhayla: "Aku mau kita udahan. Dia nembak aku. Aku mau nerima dia. Dia keren, pendiam, kaya, baik, dan perhatian. 180 derajat berbeda dengan kamu!"
Sejenak, semua terasa hening. Jimmy menarik napas panjang-panjang. Menghirup lebih banyak oksigen agar otaknya lebih jernih dalam berpikir.
Jimmy: "Seperti makanan yang sudah dingin, yang lama memang tidak menarik lagi dan yang baru selalu tampak lebih baik. Tapi tolong berhenti membanding-bandingkan aku dengan dia. Perbandingan tidak akan membawa kita kemana-mana. Ingat Alya, cinta itu artinya kenyamanan"
Mikhayla: ".....".
Jimmy: "Aku benci dibanding-bandingkan. Sebaiknya memang sampai di sini saja"
Mikhayla masih terdiam. Memandangi sepotong chicken cordon yang mulai mendingin. Tanpa dia sadari, Jimmy sudah pergi dari pandangannya.

Karya: Rofa Yulia Azhar
*Kisah beberapa waktu yang lampau
Tentang Masa Depan

Senin, 16 Maret 2015

[Gambar] Menunggu Orang yang Kita Cintai

Tanggal terbit: 16 Maret 2015

Kemarin, hari Sabtu 15 Maret 2015 tepatnya jam 15.00-19.00 WIB saya menyempatkan untuk bertemu dengan mantan saya yang terakhir. Bilangnya sih ada sesuatu yang mau dibahas. kirain bakalan membahas masalah kimia, matematika atau sains. Ternyata pada akhirnya membahas masalah cinta.


Jujur saja cukup sakit hati ketika dia bilang udah enggak suka lagi. Hati ini rasanya terpecah menjadi 7 bagian, berserakan, dan memancarkan energi. Mengapa? Mungkin karena saya yang masih ngarep dalam hal ini. Lalu buat apa selama ini saya harus terus menjomblo selama 15 bulan? Mungkin salah satu alasan dan alasan terkuatnya adalah karena dia.


Tapi ada yang lebih aneh, dia bilang tidak suka lagi tapi ngajak ketemuan. Absurd sekali fenomena ini. Mungkin bisa saya daftarkan di rekor MURI. atau mungkin dia sebenarnya bohong. Wanita kan seperti itu, suka gengsi akan perasaannya sendiri.


Akhirnya kita membahas masalah masa lalu kita. Waktu dimana saya pernah berbuat banyak kesalahan padanya, dan begitu juga sebaliknya. Menyesal, menertawakan kekonyolan diri sendiri, memaki dan mencoba bijaksana. Itulah yang kami lakukan.


Malam itu gerimis, akhirnya kami sepakat akan satu hal. Aku akan menunggunya sampai tanggal 17 Juli 2017.  Jika dia tidak menikah, maka aku yang harus menikahinya. Apakah ini adil? Entahlah. Apapun akan saya lakukan untuk menebus dosaku padanya.


Karena kejadian itu. Sepanjang perjalanan menuju kosan saya merenung banyak hal. Mungkin ini adil. Lalu tercetuslah kata-kata: "Menunggu orang yang kita cintai untuk menikahi kita, memang perbuatan bodoh. Tetapi, menjali hidup dengan orang yang tidak kita cintai, itu lebih bodoh lagi. Kawan, Cinta tidak sebercanda itu"



Selanjutnya saya akhirnya membuat cerita singkat tentang kisah ini. Berikut ceritanya:
Suatu ketika ada seorang wanita yang harus kehilangan sebelah tangannya, karena terlibat kecelakaan. Waktu itu motor yang dia naiki bersama pacarnya melaju tak terkendali di jalan yang curam, sehingga menabrak tiang listrik.
Akibat kejadian itu, sang perempuan menjadi sangat membenci sang pria. Hubungan mereka pun harus berakhir.
Dua tahun kemudian, di senja yang bermetamorfosis, mereka bertemu lagi. Sang Wanita masih membenci Sang Pria. Dia kesal karena tangannya hilang sebelah dan tidak bisa dikembalikan lagi. Sang wanita juga menjadi tidak percaya diri lagi untuk menjalin hubungan dengan pria lain. Apalagi usianya sekarang sudah menginjak 27. Saatnya menikah.
Sang Pria menunduk. Merasa bersalah. Lalu dia mengatakan bahwa dia masih mencintai Sang Wanita. Tenang saja, aku tunggu kamu sampai usia 35 tahun. Jika tidak ada pria yang mau menikahimu. Biar aku saja yang melakukannya.
Sang Wanita terheran. Bertanya mengapa dia mau melakukan hal bodoh seperti itu? Padahal Sang wanita sudah tidak menyukainya lagi.
Sang pria menjawab: "menunggu orang yang kita cintai untuk menikahi kita memang perbuatan bodoh. Tetapi, menjalani hidup bersama orang yang tidak kita cintai, itu lebih bodoh lagi".
Sang Pria lalu berlalu. Disoraki oleh rintik hujan, dan disinari oleh lembayung senja yang menari.
Ini kisah nyata anak manusia. Mungkin terkesan romantis bagi yang membacanya. Tapi tidak bagi yang menjalaninya.
Karya: Rofa Yulia Azhar
Tentang Masa Depan

Selasa, 17 Februari 2015

Ayah yang Baik

Tanggal terbit: 17 Februari 2015

Tak terasa sekarang usia sudah menginjak 24 tahun, mau ke 25 tahun. Berarti hampir 1/4 abad merasakan hidup di dunia ini.

Ada yang menarik di usia ini, mungkin karena sudah dewasa jadi mulai melekat erat dengan yang namanya ayah. Ingin segera jadi ayahkah?

Ngomong-ngomong masalah ayah, saya beruntung mempunyai ayah yang baik, namanya adalah Misna Sudjana.

Karena ayahku memiliki semua syarat menjadi ayah yang baik:
1. Enggak pernah minta cucu
2. Enggak pernah nanya kapan nikah
3. Enggak pernah nanya kapan punya rumah (niat ngusir)
4. Enggak pernah sibuk jodoh-jodohin anaknya

I Love You Almost Full My Father....
:*
Gambar Ayah yang Baik

Senin, 12 Januari 2015

[Gambar] Cemburu itu Karena Minder

Tanggal terbit: 12 Januari 2015

Dari dulu juga saya tidak percaya bahwa cemburu berbanding lurus dengan rasa cinta. Itu hanya mitos masyarakat purbakala. Sudah layak jadi legenda.


Yang benar, cemburu itu tandanya minder. Ya enggak Pe-De. Kalau enggak minder dan merasa yang terbaik buat si dia buat apa cemburu?



Cemburu Itu Karena Minder

Minggu, 11 Januari 2015

Rutinitas Orang Kaya

Tanggal terbit: 11 Januari 2015

Menjadi kaya adalah impian setiap makhluk hidup di dunia ini, terutama manusia dan ibu-ibu. Hari ini saya baru saja membaca buku The Habits of Millionaires karya Zaenuddin HM. Dalam bukunya menekankan tentang pentingnya karakter seseorang, sehingga dia bisa menjadi kaya.

Ada fakta yang cukup mencengangkan yang juga dikemukakan dalam buku ini. Ternyata sekitar 86% dari 100 orang terkaya di dunia saat ini, semuanya berasal dari usahanya sendiri. Jadi mereka kaya bukan karena warisan orang tuanya. Ini juga berarti kaya itu tidak harus selalu didukung dengan modal yang besar.

Mengapa orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin? Kebiasaan, cara berpikir dan tindakan! Itulah jawabannya. Perhatikanlah gambar perbandingan rutinitas orang kaya dan orang miskin di bawah ini:

Gambar Perbandingan Rutinitas Orang Kaya dan Orang Miskin

Mungkin ada yang berpikir bahwa kenapa orang kaya bisa lebih sering membaca buku, mendengarkan musik, bersosialisasi dan bangun lebih cepat dikarenakan mereka mempunyai waktu lebih dalam hidupnya. Sedangkan orang miskin menghabiskan waktunya untuk bekerja keras. Itu salah besar!

Para orang kaya itu pada faktanya telah melakukan rutinitas tersebut sebelum mereka menjadi kaya.

Hal serupa juga saya lihat ketika saya tugas luar kota menuju NTT. Saya melihat kebanyakan orang miskin yang hidup di sana adalah orang yang malas-malas. Malah di sana tidak ada pengamen, tukang parkir dan pengemis walaupun banyak warganya yang miskin. Kenapa? Ini semua bermuara pada karakter. Itu jawabannya.




Jumat, 02 Januari 2015

[Gambar] Menyerah Artinya Kalah

Tanggal terbit: 2 Januari 2015


Ingin teriak kepada orang-orang yang menjalani hidup di muka bumi ini
Tentang kekalahan....
Tentang derita dan tangisan....
Kalian boleh melakukan hal apapun ketika kecewa, gagal dan putus asa.

Tapi jangan pernah menyerah, karena menyerah artinya kalah...

Terima kasih untuk samadin yang mengikhlaskan dirinya menjadi bagian karya saya. Foto dirimu akan selalu dikenang.
Cikuray, Garut
1 Januari 2015
Menyerah Artinya Kalah



Selasa, 30 Desember 2014

[Gambar] Jangan Membeli atau Meniup Terompet!

Tanggal terbit: 30 Desember 2014


Sebentar lagi tahun baru,
Banyak ragam orang merayakannya.
Jadi ingin berkarya untuk mengingatkan tentang rahasia terompet yang sering kita tiup.
Mulai sekarang stop membeli dan meniup terompet!


Kalian pasti sudah mengerti kan kalau beberapa penyakit ditularkan lewat air liur?
Semoga paham. Bukan maksud membuat produsen dan penjual terompet untuk merugi.

Rahasia Terompet



Kamis, 11 Desember 2014

[Gambar] Stop Makan Ayam!

Tanggal terbit:  11 Desember 2014

Pada kesempatan kali ini saya mulai berpikir untuk membuat rubrik khusus tentang sains yang mengajarkan bahwa "sains dapat digunakan untuk kehidupan yang lebih baik". Rubrik ini berisi gambar yang memberikan pembelajaran tentang sains.

Stop Makan Ayam

Rabu, 03 Desember 2014

[Gambar] Temani Aku dalam Kesendirian

Tanggal terbit:  3 Desember 2014

Terkadang memang begitu, 
Kita ingin diajak ngobrol, sms, atau chatting
Bukan karena kita dibutuhkan, 
Atau mau diminta bantuan
Tetapi
Karena memang sengaja
Kita dihubungi karena mereka ingin menemani kita
Melewati kesepian ini


Temani Aku dalam Kesendirian

Selasa, 25 November 2014

[Gambar] Selamat Hari Guru Indonesia

Tanggal terbit:  25 November 2014

Berkarya dalam perjalanan menuju Nganjuk, Jawa Timur, untuk melatih guru-guru hebat IPA SMP di sana.
Selamat Hari Guru...
Kalian memang hebat kawan-kawanku yang jadi guru. Suatu saat nanti aku juga akan ikut jejak kalian. Itu pasti.

Selamat Hari Guru

Kamis, 20 November 2014

[Gambar] Pergi ke Masjid

Tanggal terbit: 20 November 2014

Kosanku, tempat terbaikku, terletak di depan jalan umum. Yaitu jalan yang ramai dilalui oleh orang-orang yang berlalu-lalang.

Jika kebanyakan orang menunggu datangnya pagi. Hanya untuk mengucapkan selamat pagi, atau hanya untuk kembali berharap meratapi. Aku berbeda. Sudah lama aku menunggu senja. 

Kenapa? Karena hanya di kosan ini, di tempat ini aku bisa mendengar suara gesekan sarung yang dipakai anak kecil ketika akan pergi shalat berjamaah Maghrib di masjid. Begitu merdu, bahasa kerennya itu romantis, terkesan puitis.

Suaranya sederhana, tak tahu terletak di nada apakah. Do? Re? atau Mi? Entahlah....

Yang jelas, frekuensinya terletak pada rentang 20-20.000 Hz. Itulah alasannya kenapa aku bisa mendengarnya.

Mereka pergi dengan bergerombol, tampak bergembira...
Sedangkan aku masih di depan komputer,
Maaf cinta, aku terlalu ceria, sampai lupa....
Bahwa kau berharap aku mengikuti mereka
:*
Pergi ke Masjid



Rabu, 05 November 2014

[Gambar] Tidak Ada yang Salah dengan Pilihan

Tanggal terbit: 5 November 2014

Pas hari Minggu (2/10/2014), saya berdiskusi bersama sahabat-sahabat karib. Akhirnya jadi ada ide yang membuahkan karya.

Ya, kadang kita iri dengan kehidupan orang lain. Tapi tahukah kamu bahwa orang lain juga iri pada kita?
Ya, kadang kita menyalahkan jalan yang telah orang lain pilih. Tanpa kita sadari, mungkin kita juga akan memilih jalan yang sama jika di posisi dia.
Tidak ada yang salah dengan pilihan. Yang salah itu, mereka yang tidak mau menjalani apa yang telah mereka pilih.

Gambar Tentang Pilihan


Kamis, 30 Oktober 2014

[Gambar] Ketika Ibu Susi Pudjiastuti yang Lulusan SMP jadi Menteri

Tanggal terbit: 30 Oktober 2014

Kemarin saya cukup kesal juga dengan bullying yang dilakukan banyak pihak pada salah satu menteri baru, Ibu Susi Pudjiastuti. Salah satu contohnya adalah percakapan ilusi berikut:
Ibu Guru: Budi, kenapa Baju nya tidak dimasukkan?Budi: Pak Presiden juga bajunya enggak dimasukkan ....
Ibu Gur : Lalu kenapa merokok di lingkungan sekolah?
Budi: Lahh... Para menteri juga bebas merokok dimanapun. Terus ada masalah Bu?
Ibu Guru : Hmmm..klo bgitu masuk ke kelas lah, teruskan belajarnya biar jadi orang pintar!
Budi: Ngapain Bu... Lahh, orang yg tidak lulus SMA juga bisa jadi menteri. Gimana sih Ibu..
Ibu Guru: #%$U%*&@%*^%&^# (pusing)
Ibu Gur : Lalu kenapa merokok di lingkungan sekolah?Budi: Lahh... Para menteri juga bebas merokok dimanapun merokok. Trus ada masalah Bu?Ibu Guru : Hmmm..klo bgitu masuk ke kelas lah, teruskan belajarnya biar jdi orang pintar..Budi: Ngapain Bu... Lahh, orang yg tidak lulus SMA juga bisa jadi menteri. Gimana sih Ibu..Ibu Guru: #%$U%*&@%*^%&^# (pusing)
Mungkin bercanda, mungkin serius,
Tapi yang saya yakin itu serius, yang dibuat seolah bercanda.
Ada apa dengan negara ini?
Kalau memang begitu, bapak dan ibu di sekolah jangan ajarin lagi sejarah. Terutama tentang sejarah Ken Arok jadi raja. Penjahat aja bisa jadi raja.
Situ merasa okey?
Merasa lebih hebat?
Sudahlah, jangan bermental komunis seperti itu.

Diam bukan pilihan, jika ada orang yang tertindas, dan kita masih bisa membantunya. Kenapa harus diam?
Jangan Memandang Orang Sebelah Mata