Tampilkan postingan dengan label Motivator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivator. Tampilkan semua postingan
Selasa, 24 November 2015
[Gambar] Orang-Orang Tidak Peduli Lagi akan Banyaknya Ilmu yang Kita Miliki
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 24 November 2015
Masih heran sama orang yang masih repot karena gelar. Sampai nempel-nempel di akun media sosial. Padahal kalau diperhatikan, yang sudah gelarnya profesor malah tidak mencantumkan gelarnya di media sosial.
Sekarang sudah enggak zamannya lagi orang dihormati karena banyaknya ilmu atau karena pendidikan tinggi. Sekarang orang mulai sadar, bahwa yang penting apa yang dikerjakan orang itu melalui ilmunya. Betul kan?
Percuma sarjana tapi jadi beban, percuma jadi haji tapi tidak mampu melakukan perubahan, percuma jadi jomblo kalau tidak punya pacar!
Selasa, 27 Oktober 2015
Kasus 2: Percuma, IQ Anda Tidak Akan Bisa Meningkat!
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 27 Oktober 2015
*Rubrik kasus pendidikan ini dikhususkan untuk merekam kejadian-kejadian menarik yang penulis alami dalam dunia pendidikan. Mungkin hanya sekedar ditulis alakadarnya, atau kadang juga dicarikan solusinya. Itu semua tergantung penulis. Kalau tidak setuju, saya tidak peduli, jangan dibaca.
Sebenarnya saya cukup kebingungan untuk mencari judul yang tepat untuk artikel saya kali ini. Saya sengaja menggunakan judul yang sedikit provokatif, tentu saja agar orang lebih tertarik dalam membaca artikel ini, sehingga pengunjung blog saya menjadi meningkat (menjadi 1 juta pengunjung misalnya).
Terlepas dari judul artikel ini yang sedikit provoktif, saya hanya ingin memberikan sedikit pencerahan dari hasil analisa saya terhadap masalah IQ (dan tentu saja hasil tambahan ilmu metodologi penelitian dan psikologi kognitif di S2). Ini sangat penting sekali untuk dibaca, karena selain berkaitan dengan jumlah pengunjung blog saya, ini juga berkaitan dengan masa depan anda, bahkan masa depan semua mahluk hidup di alam semesta. (Lebay mode: ON)
Apakah anda pernah mengalami atau mendengar masalah di bawah ini:
*Rubrik kasus pendidikan ini dikhususkan untuk merekam kejadian-kejadian menarik yang penulis alami dalam dunia pendidikan. Mungkin hanya sekedar ditulis alakadarnya, atau kadang juga dicarikan solusinya. Itu semua tergantung penulis. Kalau tidak setuju, saya tidak peduli, jangan dibaca.
Sebenarnya saya cukup kebingungan untuk mencari judul yang tepat untuk artikel saya kali ini. Saya sengaja menggunakan judul yang sedikit provokatif, tentu saja agar orang lebih tertarik dalam membaca artikel ini, sehingga pengunjung blog saya menjadi meningkat (menjadi 1 juta pengunjung misalnya).
Terlepas dari judul artikel ini yang sedikit provoktif, saya hanya ingin memberikan sedikit pencerahan dari hasil analisa saya terhadap masalah IQ (dan tentu saja hasil tambahan ilmu metodologi penelitian dan psikologi kognitif di S2). Ini sangat penting sekali untuk dibaca, karena selain berkaitan dengan jumlah pengunjung blog saya, ini juga berkaitan dengan masa depan anda, bahkan masa depan semua mahluk hidup di alam semesta. (Lebay mode: ON)
Apakah anda pernah mengalami atau mendengar masalah di bawah ini:
- Tes masuk TNI/Polisi berulang kali (setiap tahun) tapi gagal terus.
- Daftar masuk kuliah jurusan yang sama di universitas yang sama tapi gagal terus.
- Melamar kerja ke berbagai perusahaan tapi ditolak terus.
Satu hal yang bisa saya sarankan kepada anda "Jangan pernah berulang kali mencoba melamar kerja, ikut tes masuk universitas dengan jurusan yang sama, atau ikut tes masuk TNI/Polri, karena hasilnya kemungkinan besar akan sama". Hal ini kita asumsikan jika kualitas dan kuantitas pesaing kita dari tahun ke tahun hampir sama.
Lho kenapa begitu?
Ini ada hubungannya dengan IQ anda. IQ anda ada hubungannya dengan tes masuk universitas atau masuk kerja karena IQ berkorelasi dengan tes potensi akademik (TPA). Anda sudah tahu kan kalau sekarang semua yang namanya tes masuk kerja atau universitas menggunakan TPA. Anda harus tahu bahwa jika nilai IQ orang dewasa itu (di atas 12 tahun) pada umumnya selalu konstan. Walaupun ada perubahan tapi tidak signifikan, paling beberapa poin saja berubahnya, jadi diabaikan.
Tapi saya atau temen saya waktu tes IQ nilainya berubah signifikan, kok bisa?
- Saran saya, kalau anda masih SMP ya mengerjakan soal tes IQ nya juga yang SMP. Jangan sampai anda sekarang SMA tapi mengerjakan soal tes IQ yang untuk SD atau SLB, pantas saja naik kalau begitu nilai IQ nya.
- Ada kemungkinan besar kalau instrumen yang digunakan untuk mengukur IQ ada tidak reliable atau konsisten. Jadi soal tes IQ nya masih dalam tahap percobaan. (Secara tidak langsung, anda jadi kelinci percobaannya).
- Adanya kejadian luar bisa yang merubah kemampuan IQ anda. Mungkin anda ditunjuk menjadi nabi dan mendapatkan mukjizat, tapi itu tidak mungkin bukan?
Jadi saya tidak akan pernah bisa diterima bekerja, atau masuk ke jurusan favorit di universitas impian saya?
Dengan berat hati harus saya katakan iya, ada harapan diterima tapi itu kecil sekali kemungkinannya. Banyak-banyaklah berdoa agar saingan anda masuk kerja atau masuk universitas kualitas dan kuantitasnya semakin menurun di tahun selanjutnya (Tapi ini juga kecil kemungkinannya).
Saya sebagai salah satu guru yang kejam kepada siswa atau sebagai seorang teman selalu berkata "Sebaiknya pilih yang sesuai dengan kemampuan, daripada menghabiskan waktu untuk sesuatu yang sudah pasti kita akan gagal, karena tes potensi akademik atau tes IQ adalah sesuatu yang bersifat matematis, jadi pasti".
Lalu jika demikian apa yang harus saya lakukan?
- Ganti jurusan atau universitas. Fokus pada kelebihan anda, jangan terlalu fokus pada apa yang bukan menjadi cita-cita anda, terutama jangan terlalu fokus pada keinginan orang tua dan gengsi.
- Buat yang melamar kerja, cobalah untuk turunkan grade perusahaan tempat dimana anda melamar, atau pindah wilayah tempat bekerja agar saingan juga berubah, atau berwirausaha saja. Banyak jalan untuk menghasilkan uang, yang penting mau berusaha. Tidak tiduran terus di kamar, duduk di depan televisi, atau nongkrong di pinggir jalan.
- Jangan memaksakan takdir. Anda ditolak masuk kerja atau gagal masuk universitas jangan-jangan itu merupakan sebuah tanda dari Tuhan bahwa anda harus tidak cocok pada takdir itu dan harus memilih takdir yang lain. Cintailah jurusan dimana anda kuliah sekarang, cintailah pekerjaan anda sekarang. Jadilah orang bermanfaat melalui takdir anda.
Terakhir, "Anda iman bukan pada Tuhan? Kalau anda iman anda juga pasti percaya bahwa Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Tujuan manusia hidup adalah agar menjadi manusia yang bermanfaat, dan untungnya orang yang bermanfaat tidaklah harus pintar, tidak harus lulusan universitas ternama atau tidak harus kerja di tempat hebat! Kita bisa menjadi bintang karena sikap kita, bukan karena IQ kita."
Gambar Ilustrasi soal Tes IQ
Selasa, 06 Oktober 2015
Kasus 1: Berhenti Memandang Rendah Kemampuan Anakmu!
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 06 Oktober 2015
*Rubrik kasus pendidikan ini dikhususkan untuk merekam kejadian-kejadian menarik yang penulis alami dalam dunia pendidikan. Mungkin hanya sekedar ditulis alakadarnya, atau kadang juga dicarikan solusinya. Itu semua tergantung penulis. Kalau tidak setuju, saya tidak peduli, jangan dibaca.
Tak terasa sudah dari kelas X SMA, atau tepatnya sejak tahun 2009 saya menggeluti bisnis kontroversial menjadi guru les privat. Kontroversial karena ada kalangan yang tidak setuju dengan adanya kegiatan les privat. Menganggap les privat merupakan salah satu bentuk komersialisme dalam dunia pendidikan dan membuat siswa tidak dapat belajar secara mandiri. Tapi saya tahu pandangan itu tak perlu ditanggapi. Pemikiran yang kolot. Selain itu dalam sudut pandang bertahan hidup, sepertinya pekerjaan menjadi guru les privat menjadi sangat halal. Terutama bagi saya yang baru pensiun dini dari Pudak Scientific dan memilih untuk menjadi mahasiswa kembali. Hehe...
Ternyata sudah 6 tahun berlalu, tapi masalah yang dialami peserta didik tidak pernah berubah: sungguh membosankan bukan? Salah satu masalah yang cukup layak untuk diangkat dalam tulisan perdana rubrik kasus pendidikan ini adalah mengenai adanya kecenderungan orang tua untuk selalu menganggap rendah kemampuan anaknya. Padahal kemampuannya tidak serendah yang dipresentasikan oleh orang tuanya.
Memang ada beberapa orang tua juga yang terlalu menilai tinggi kemampuan anaknya, itu juga tidak baik. Tapi lebih parah lagi jika kita menilai rendah kemampuan anak sendiri. Lalu apa yang harus dilakukan? Ya tentu saja yang harus dilakukan adalah menilai kemampuan anak secara objektif, terukur dan adil. Secara logika, orang tua yang membesarkan, menemani tumbuh kembang anak dan orang terdekat anak harusnya bisa menilai anaknya sendiri secara fair dan objektif. Atau selama ini memang ada yang salah dalam pola asuh anak sehingga orang tua tidak mampu mengenali lagi anaknya?
Pada umumnya, tidak ada orang yang mau direndahkan. Apalagi oleh orang tua sendiri. Itu pasti sangat menyakitkan. Bahkan, jika anak kita merupakan orang yang paling tidak berguna di dunia pun, tetap tak pantas kita remehkan kemampuannya, karena setiap anak mempunyai potensi yang besar. Bahkan potensi itu bisa meledak sewaktu-waktu yang kehebatannya melebihi bom atom Hirosima yang "hanya" berkekuatan sekitar 13 kiloton TNT (55 Tera Joule).
Berikut beberapa clue hasil pengamatan saya yang saya rangkum sedemikian rupa untuk menumbuhkan kesadaran pada orang tua agar lebih fokus lagi pada kelebihan yang dimiliki oleh anaknya.
*Rubrik kasus pendidikan ini dikhususkan untuk merekam kejadian-kejadian menarik yang penulis alami dalam dunia pendidikan. Mungkin hanya sekedar ditulis alakadarnya, atau kadang juga dicarikan solusinya. Itu semua tergantung penulis. Kalau tidak setuju, saya tidak peduli, jangan dibaca.
Tak terasa sudah dari kelas X SMA, atau tepatnya sejak tahun 2009 saya menggeluti bisnis kontroversial menjadi guru les privat. Kontroversial karena ada kalangan yang tidak setuju dengan adanya kegiatan les privat. Menganggap les privat merupakan salah satu bentuk komersialisme dalam dunia pendidikan dan membuat siswa tidak dapat belajar secara mandiri. Tapi saya tahu pandangan itu tak perlu ditanggapi. Pemikiran yang kolot. Selain itu dalam sudut pandang bertahan hidup, sepertinya pekerjaan menjadi guru les privat menjadi sangat halal. Terutama bagi saya yang baru pensiun dini dari Pudak Scientific dan memilih untuk menjadi mahasiswa kembali. Hehe...
Ternyata sudah 6 tahun berlalu, tapi masalah yang dialami peserta didik tidak pernah berubah: sungguh membosankan bukan? Salah satu masalah yang cukup layak untuk diangkat dalam tulisan perdana rubrik kasus pendidikan ini adalah mengenai adanya kecenderungan orang tua untuk selalu menganggap rendah kemampuan anaknya. Padahal kemampuannya tidak serendah yang dipresentasikan oleh orang tuanya.
Memang ada beberapa orang tua juga yang terlalu menilai tinggi kemampuan anaknya, itu juga tidak baik. Tapi lebih parah lagi jika kita menilai rendah kemampuan anak sendiri. Lalu apa yang harus dilakukan? Ya tentu saja yang harus dilakukan adalah menilai kemampuan anak secara objektif, terukur dan adil. Secara logika, orang tua yang membesarkan, menemani tumbuh kembang anak dan orang terdekat anak harusnya bisa menilai anaknya sendiri secara fair dan objektif. Atau selama ini memang ada yang salah dalam pola asuh anak sehingga orang tua tidak mampu mengenali lagi anaknya?
Pada umumnya, tidak ada orang yang mau direndahkan. Apalagi oleh orang tua sendiri. Itu pasti sangat menyakitkan. Bahkan, jika anak kita merupakan orang yang paling tidak berguna di dunia pun, tetap tak pantas kita remehkan kemampuannya, karena setiap anak mempunyai potensi yang besar. Bahkan potensi itu bisa meledak sewaktu-waktu yang kehebatannya melebihi bom atom Hirosima yang "hanya" berkekuatan sekitar 13 kiloton TNT (55 Tera Joule).
Berikut beberapa clue hasil pengamatan saya yang saya rangkum sedemikian rupa untuk menumbuhkan kesadaran pada orang tua agar lebih fokus lagi pada kelebihan yang dimiliki oleh anaknya.
- Jangan terlalu fokus untuk meningkatkan kemampuan yang anak anda tak memilikinya. Fokus pada kelemahan hanya akan membuang waktu dan perhatian, tetapi malah tidak mendatangkan kebahagiaan.
- Setiap kali anak diremehkan, ada kecenderungan motivasi anak akan semakin berkurang. Memang pada beberapa kasus ada anak yang menjadi bersemangat ketika diremehkan. Tapi hanya ada beberapa anak yang bisa demikian, sisanya terbujur kaku karena diremehkan.
- Merendahkan kemampuan anak sendiri bisa jadi ditiru sang anak untuk melakukan hal yang sama juga terhadap orang lain atau anaknya kelak. Bukankah seharusnya orang tua yang baik mengajarkan anak menjadi yang terhebat, tapi jangan pernah meremehkan yang terlemah?
- Setiap anak memiliki hak untuk dipuji atas kelebihannya, diberi saran untuk meningkatkan kemampuannya, tapi anak tidak memiliki hak, dan orang tua tidak memiliki kewajiban untuk merendahkan kemampuan anaknya.
- Merendahkan kemampuan anak tidak akan merubah apapun, kecuali pandangan anak terhadap orang tuanya.
Pada awalnya saya sebagai seorang guru les privat kebingungan menghadapi laporan-laporan dari orang tua siswa yang terus mendeskriditkan anaknya, seolah anaknya tidak mempunyai kelebihan. Saya mencoba meluruskan penilaian saya. Saya selalu mencoba memberikan penilaian yang seobjektif mungkin yang saya bisa. Misalkan jika siswa saya pelupa, maka saya bilang meskipun dia pelupa tapi dia anak yang disiplin dan sistematis. Atau ketika ada seseorang yang lambat sekali dalam menerima pelajaran, saya menemukan hal yang sangat hebat dalam diri anak tersebut, dimana dia memiliki semangat juang yang sangat tinggi dalam belajar. Bahkan ketika dia belum mengerti. dia sanggup belajar sampai 4 jam non stop untuk memahami satu materi saja.
Saran saya: "Dari pada meremehkan mereka, berilah mereka motivasi. Begitu ia menggunakan potensinya anda akan terkagum-kagum akan kehebatannya. Dunia telah melihat jutaan manusia yang diremehkan pada awalnya, kini mengalahkan mereka-mereka yang telah meremehkannya".
Jangan Meremehkan Kemampuan Anakmu!
[Gambar] Hidup ini Adil Kawan!
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 06 Oktober 2015
Setelah tiga bulan belakangan ini mental terasa goyang karena harus ke luar dari pekerjaan, lalu melanjutkan kembali menjadi seorang pengangguran yang kuliah. Akhirnya baru hari ini bisa sedikit mencoba bangkit lagi. Manata kembali visi dan misi kehidupan ini.
Hehe.... akhirnya aku sekarang belajar satu hal lagi. Jangan memandang hidup hanya dari satu sisi saja. Jangan melihat hidup dari bahagianya saja, dan jangan pula memandang hidup dari penderitaanya adil.
Kehidupan adalah alam semesta yang begitu rumit dalam kesederhanaannya, begitu sempurna dalam ketidaksempurnaannya. Silakan bebas memandang hidup dengan terbatas!
*Ngomong apa ini?
EH foto ini diambil ketika bermain ke curug cinulang. Keren kan?
Setelah tiga bulan belakangan ini mental terasa goyang karena harus ke luar dari pekerjaan, lalu melanjutkan kembali menjadi seorang pengangguran yang kuliah. Akhirnya baru hari ini bisa sedikit mencoba bangkit lagi. Manata kembali visi dan misi kehidupan ini.
Hehe.... akhirnya aku sekarang belajar satu hal lagi. Jangan memandang hidup hanya dari satu sisi saja. Jangan melihat hidup dari bahagianya saja, dan jangan pula memandang hidup dari penderitaanya adil.
Kehidupan adalah alam semesta yang begitu rumit dalam kesederhanaannya, begitu sempurna dalam ketidaksempurnaannya. Silakan bebas memandang hidup dengan terbatas!
*Ngomong apa ini?
EH foto ini diambil ketika bermain ke curug cinulang. Keren kan?
Hidup Ini Adil Kawan!
Rabu, 20 Mei 2015
[Gambar] Tuhan Itu Maha Adil dalam Menciptakan Pria dan Wanita
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 20 Mei 2015
Abad ini sepertinya abad yang lagi ngtrend akan jombloisme, dan emansipasi. Zaman dimana orang bangga menjadi jomblo dan bisa populer karena predikat jomblonya. Zaman dimana bukan hanya pria yang berhak menyatakan cintanya, melainkan wanita pun bisa melakukannya.
Menurut kamu gimana? Mungkin inilah siklus zaman yang harus kita hadapi. Diambil hikmahnya saja, sehingga dapat ide untuk membuat gambar di bawah ini, semoga anda setuju....
Abad ini sepertinya abad yang lagi ngtrend akan jombloisme, dan emansipasi. Zaman dimana orang bangga menjadi jomblo dan bisa populer karena predikat jomblonya. Zaman dimana bukan hanya pria yang berhak menyatakan cintanya, melainkan wanita pun bisa melakukannya.
Menurut kamu gimana? Mungkin inilah siklus zaman yang harus kita hadapi. Diambil hikmahnya saja, sehingga dapat ide untuk membuat gambar di bawah ini, semoga anda setuju....
Gambar Tuhan Itu Maha Adil dalam Menciptakan Pria dan Wanita
Jumat, 15 Mei 2015
[Gambar] Sungguh Mengerikan Menjadi Tua
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 15 Mei 2015
Kita semua akan tua, kita semua akan jadi orang tua.
Entah orang tua dari anak-anak kita sendiri atau orang tua dari yang menganggap kita tua.
Lalu apa yang ingin kamu kenang dari masa mudamu?
Lalu apa yang ingin kamu ceritakan ke anak cucumu?
Entah orang tua dari anak-anak kita sendiri atau orang tua dari yang menganggap kita tua.
Lalu apa yang ingin kamu kenang dari masa mudamu?
Lalu apa yang ingin kamu ceritakan ke anak cucumu?
Sabtu, 09 Mei 2015
[Gambar] Aku ini adalah Matahari
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 9 Mei 2015
Kalimat di dalam gambar ini romantis kan?
Kalimat di dalam gambar ini romantis kan?
Ya, saya pernah mengalami. Ada masa dimana kita mencintai seseorang. Berusaha peduli dan berkorban. Tetapi ternyata selama ini kita hanya dianggap sebagai pengganggu: tidak lebih seperti hama.
Gambar Aku ini adalah Matahari
Senin, 27 April 2015
[Gambar] Berpacaran itu Seperti Duduk di Kursi Goyang
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 27 April 2015
Nih, aku kasih alasan kenapa jadi jomblo itu lebih keren daripada jadi orang yang berpacaran.
Kadang, kalau diamati lebih seksama. Orang yang pacaran itu mirip dengan orang yang duduk di kursi goyang. Dia sibuk sendiri sama pacarnya. Tanpa dia sadari, dia sebenarnya tidak kemana-mana. Menggapai cita-citanya enggak, belajar hidup mandiri juga enggak.
Gambar Berpacaran Itu Seperti Duduk di Kursi Goyang
Minggu, 22 Maret 2015
[Gambar] Jangan Pernah Menyatakan Cintamu pada Seseorang
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 22 Maret 2015
Beberapa hari yang lalu:
Jimmy: "Kamu sayang enggak sama diri kamu sendiri?"
Mikhayla: "Ya jelas sayanglah..."
Jimmy: "Kalau begitu kita menyayangi orang yang sama. Eh, bukan cuma sayang. Tapi cinta..."
Mikhayla: .... (kejang-kejang kesenengan).Beberapa hari kemudian yang penuh dengan gombalan, senyuman dan perhatian yang berlebihan....
Jimmy: "Maaf ya, ternyata selama ini aku hanya kagum sama kamu....".
Mikhayla: "Jim.... Ini hati lho.... Bukan warung kopi! Kalau hanya mau berteduh terus pergi lagi, bukan di sini tempatnya".
Jimmy: "Aku juga enggak ngerti. Tiba-tiba aja perasaan cinta aku sama kamu hilang".
Mikhayla: "Makanya jangan mudah mengatakan cinta Jim.... Sekarang gimana nih? Hati aku udah hancur, walau kamu minta maaf juga, lalu aku coba memperbaiki hati aku kembali. Tapi hati aku enggak akan kembali seperti semula".
Jimmy: "Tenang Alya.... Rasa sakit itu mendewasakan".
Mikhayla: "Kamu emang bajingan ya!"
Jimmy: "Kamu kok ngomong kayak gitu? Udah aku bilang, aku bukan pria bajingan. Aku ini pria bejat. Beda ya!".
Mikhayla: "Oh maaf kalau kayak gitu. Maaf ya....".
*Trust me, It's works
Karya: Rofa Yulia Azhar
Karya: Rofa Yulia Azhar
Jangan Pernah Menyatakan Cinta
[Gambar] Berhentilah Membanding-Bandingkan
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 22 Maret 2015
Gambar ini masih diilhami dari pertemuan saya dengan Sang Mantan. Berikut cerita singkatnya:
Gambar ini masih diilhami dari pertemuan saya dengan Sang Mantan. Berikut cerita singkatnya:
Disebuah kafe yang penat oleh hiruk-pikuk para omnivora. Dipojok sebelah kiri pintu masuk. Terlihat ada sepasang kekasih. Tapi tak seperti biasanya, hanya kegelisahan yang tampak dari keduanya.
Mikhayla: "Dia baik, ke keluarga aku baik, perhatian banget, nggak jahil dan nyebelin kayak kamu".
Jimmy: "Tapi aku kan pacar kamu. Dia hanya seperti pria lainnya. Predator. Semua lelaki selalu berpura-pura baik ketika mendekati wanita".
Mikhayla: "Beda. Kalau kamu dari awal saja sudah cuek. Kita enggak akan tahu kalau kita enggak pernah mencoba kan?"
Jimmy: "Maksud kamu? Setidaknya aku tidak pernah berpura-pura".
Mikhayla: "Aku mau kita udahan. Dia nembak aku. Aku mau nerima dia. Dia keren, pendiam, kaya, baik, dan perhatian. 180 derajat berbeda dengan kamu!"
Sejenak, semua terasa hening. Jimmy menarik napas panjang-panjang. Menghirup lebih banyak oksigen agar otaknya lebih jernih dalam berpikir.
Jimmy: "Seperti makanan yang sudah dingin, yang lama memang tidak menarik lagi dan yang baru selalu tampak lebih baik. Tapi tolong berhenti membanding-bandingkan aku dengan dia. Perbandingan tidak akan membawa kita kemana-mana. Ingat Alya, cinta itu artinya kenyamanan"
Mikhayla: ".....".
Jimmy: "Aku benci dibanding-bandingkan. Sebaiknya memang sampai di sini saja"
Mikhayla masih terdiam. Memandangi sepotong chicken cordon yang mulai mendingin. Tanpa dia sadari, Jimmy sudah pergi dari pandangannya.
Karya: Rofa Yulia Azhar
*Kisah beberapa waktu yang lampau
Tentang Masa Depan
Senin, 16 Maret 2015
[Gambar] Menunggu Orang yang Kita Cintai
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 16 Maret 2015
Kemarin, hari Sabtu 15 Maret 2015 tepatnya jam 15.00-19.00 WIB saya menyempatkan untuk bertemu dengan mantan saya yang terakhir. Bilangnya sih ada sesuatu yang mau dibahas. kirain bakalan membahas masalah kimia, matematika atau sains. Ternyata pada akhirnya membahas masalah cinta.
Jujur saja cukup sakit hati ketika dia bilang udah enggak suka lagi. Hati ini rasanya terpecah menjadi 7 bagian, berserakan, dan memancarkan energi. Mengapa? Mungkin karena saya yang masih ngarep dalam hal ini. Lalu buat apa selama ini saya harus terus menjomblo selama 15 bulan? Mungkin salah satu alasan dan alasan terkuatnya adalah karena dia.
Tapi ada yang lebih aneh, dia bilang tidak suka lagi tapi ngajak ketemuan. Absurd sekali fenomena ini. Mungkin bisa saya daftarkan di rekor MURI. atau mungkin dia sebenarnya bohong. Wanita kan seperti itu, suka gengsi akan perasaannya sendiri.
Akhirnya kita membahas masalah masa lalu kita. Waktu dimana saya pernah berbuat banyak kesalahan padanya, dan begitu juga sebaliknya. Menyesal, menertawakan kekonyolan diri sendiri, memaki dan mencoba bijaksana. Itulah yang kami lakukan.
Malam itu gerimis, akhirnya kami sepakat akan satu hal. Aku akan menunggunya sampai tanggal 17 Juli 2017. Jika dia tidak menikah, maka aku yang harus menikahinya. Apakah ini adil? Entahlah. Apapun akan saya lakukan untuk menebus dosaku padanya.
Karena kejadian itu. Sepanjang perjalanan menuju kosan saya merenung banyak hal. Mungkin ini adil. Lalu tercetuslah kata-kata: "Menunggu orang yang kita cintai untuk menikahi kita, memang perbuatan bodoh. Tetapi, menjali hidup dengan orang yang tidak kita cintai, itu lebih bodoh lagi. Kawan, Cinta tidak sebercanda itu"
Selanjutnya saya akhirnya membuat cerita singkat tentang kisah ini. Berikut ceritanya:
Kemarin, hari Sabtu 15 Maret 2015 tepatnya jam 15.00-19.00 WIB saya menyempatkan untuk bertemu dengan mantan saya yang terakhir. Bilangnya sih ada sesuatu yang mau dibahas. kirain bakalan membahas masalah kimia, matematika atau sains. Ternyata pada akhirnya membahas masalah cinta.
Jujur saja cukup sakit hati ketika dia bilang udah enggak suka lagi. Hati ini rasanya terpecah menjadi 7 bagian, berserakan, dan memancarkan energi. Mengapa? Mungkin karena saya yang masih ngarep dalam hal ini. Lalu buat apa selama ini saya harus terus menjomblo selama 15 bulan? Mungkin salah satu alasan dan alasan terkuatnya adalah karena dia.
Tapi ada yang lebih aneh, dia bilang tidak suka lagi tapi ngajak ketemuan. Absurd sekali fenomena ini. Mungkin bisa saya daftarkan di rekor MURI. atau mungkin dia sebenarnya bohong. Wanita kan seperti itu, suka gengsi akan perasaannya sendiri.
Akhirnya kita membahas masalah masa lalu kita. Waktu dimana saya pernah berbuat banyak kesalahan padanya, dan begitu juga sebaliknya. Menyesal, menertawakan kekonyolan diri sendiri, memaki dan mencoba bijaksana. Itulah yang kami lakukan.
Malam itu gerimis, akhirnya kami sepakat akan satu hal. Aku akan menunggunya sampai tanggal 17 Juli 2017. Jika dia tidak menikah, maka aku yang harus menikahinya. Apakah ini adil? Entahlah. Apapun akan saya lakukan untuk menebus dosaku padanya.
Karena kejadian itu. Sepanjang perjalanan menuju kosan saya merenung banyak hal. Mungkin ini adil. Lalu tercetuslah kata-kata: "Menunggu orang yang kita cintai untuk menikahi kita, memang perbuatan bodoh. Tetapi, menjali hidup dengan orang yang tidak kita cintai, itu lebih bodoh lagi. Kawan, Cinta tidak sebercanda itu"
Selanjutnya saya akhirnya membuat cerita singkat tentang kisah ini. Berikut ceritanya:
Suatu ketika ada seorang wanita yang harus kehilangan sebelah tangannya, karena terlibat kecelakaan. Waktu itu motor yang dia naiki bersama pacarnya melaju tak terkendali di jalan yang curam, sehingga menabrak tiang listrik.Akibat kejadian itu, sang perempuan menjadi sangat membenci sang pria. Hubungan mereka pun harus berakhir.Dua tahun kemudian, di senja yang bermetamorfosis, mereka bertemu lagi. Sang Wanita masih membenci Sang Pria. Dia kesal karena tangannya hilang sebelah dan tidak bisa dikembalikan lagi. Sang wanita juga menjadi tidak percaya diri lagi untuk menjalin hubungan dengan pria lain. Apalagi usianya sekarang sudah menginjak 27. Saatnya menikah.Sang Pria menunduk. Merasa bersalah. Lalu dia mengatakan bahwa dia masih mencintai Sang Wanita. Tenang saja, aku tunggu kamu sampai usia 35 tahun. Jika tidak ada pria yang mau menikahimu. Biar aku saja yang melakukannya.Sang Wanita terheran. Bertanya mengapa dia mau melakukan hal bodoh seperti itu? Padahal Sang wanita sudah tidak menyukainya lagi.Sang pria menjawab: "menunggu orang yang kita cintai untuk menikahi kita memang perbuatan bodoh. Tetapi, menjalani hidup bersama orang yang tidak kita cintai, itu lebih bodoh lagi".Sang Pria lalu berlalu. Disoraki oleh rintik hujan, dan disinari oleh lembayung senja yang menari.Ini kisah nyata anak manusia. Mungkin terkesan romantis bagi yang membacanya. Tapi tidak bagi yang menjalaninya.Karya: Rofa Yulia Azhar
Tentang Masa Depan
Jumat, 13 Maret 2015
[Gambar] Tentang Masa Depan
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 13 Maret 2015
Pada postingan kali ini saya sengaja membuat gambar tentang masa depan. Tepatnya tentang surat untuk diri sendiri. So sweet sekali bukan? Hehe....
Intinya dalam surat ini, saya ingin memberitahukan pada diri saya sendiri bahwa saya jangan terlalu mencemaskan masa depan. Berjuang saja, tak usah khawatir, karena selalu saja ada jalan....
Pada postingan kali ini saya sengaja membuat gambar tentang masa depan. Tepatnya tentang surat untuk diri sendiri. So sweet sekali bukan? Hehe....
Intinya dalam surat ini, saya ingin memberitahukan pada diri saya sendiri bahwa saya jangan terlalu mencemaskan masa depan. Berjuang saja, tak usah khawatir, karena selalu saja ada jalan....
Tentang Masa Depan
Selasa, 10 Maret 2015
[Gambar] Jodoh Itu....
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 10 Maret 2015
Kadang aneh, sama orang-orang yang rajin beribadah. Pembicaraan dan statusnya selalu membahas masalah agama. Bersikap baik, dan tampak santun. Tetapi mereka selalu saja gelisah dan galau ketika membahas jodoh. Terutama di usia yang semakin dewasa.
Dimana letak iman yang selama ini mereka agung-agungkan?
Kadang aneh, sama orang-orang yang rajin beribadah. Pembicaraan dan statusnya selalu membahas masalah agama. Bersikap baik, dan tampak santun. Tetapi mereka selalu saja gelisah dan galau ketika membahas jodoh. Terutama di usia yang semakin dewasa.
Dimana letak iman yang selama ini mereka agung-agungkan?
Jodoh Itu
Kamis, 29 Januari 2015
Mahasiswa Jenius itu Namanya Niels Bohr
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 29 Januari 2015
Cerita berikut berkisar sekitar
salah satu pertanyaan dalam ujian fisika di Universitas Copenhagen: “Jelaskan
bagaimana menetapkan tinggi suatu bangunan pencakar langit dengan menggunakan
sebuah barometer.”
Salah seorang mahasiswa menjawab:
“Ikatlah suatu tali panjang pada leher barometer, lalu turunkan barometer dari
atap pencakar langit sampai menyentuh tanah. Panjang tali ditambah panjang
barometer akan sama dengan tinggi pencakar langit.”
Jawaban yang luar biasa orisinilnya ini
membuat pemeriksa ujiannya begitu geram sehingga akibatnya sang mahasiswa
langsung tidak diluluskan. Si mahasiswa naik banding atas dasar bahwa
jawabannya tidak bisa disangka kebenarannya, sehingga universitas menunjuk
seorang arbiter yang independen untuk memutuskan kasusnya.
Arbiter menyatakan bahwa jawabannya
memang betul-betul benar, hanya saja tidak memperlihatkan secuil pun pengetahuan
mengenai ilmu fisika. Untuk mengatasi permasalahannya, disepakati bahwa sang
mahasiswa akan dipanggil, serta akan diberikan waktu enam menit untuk
memberikan jawaban verbal yang menunjukkan paling tidak sedikit latar belakang
pengetahuannya mengenai prinsip-prinsip dasar ilmu fisika.
Selama lima menit, si mahasiswa duduk
terdiam, sampai dahinya terlihat berkerut. Arbiter mengingatkan bahwa waktu
sudah sangat terbatas, yang mana sang mahasiswa menjawab bahwa ia sudah
memiliki berbagai jawaban yang sangat relevan, tetapi tidak bisa memutuskan
yang mana yang akan dipakai. Saat diingatkan hakim untuk buru-buru, sang
mahasiswa menjawab sebagai berikut:
“Pertama-tama, ambillah barometer dan
bawalah sampai ke atap pencakar langit. Lemparkan melewati pinggir atap, dan
ukurlah waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tanah. Ketinggian bangunan bisa
dihitung dari rumus H = 0.5g x t pangkat 2. Tetapi ya sayang barometernya.”
“Atau, bila matahari sedang bersinar,
anda bisa mengukur tinggi barometer, tegakkan diatas tanah, dan ukurlah panjang
bayangannya. Setelah itu, ukurlah panjang bayangan pencakar langit, sehingga
hanya perlu perhitungan aritmatika proporsional secara sederhana untuk
menetapkan ketinggian pencakar langitnya.”
“Tapi kalau anda betul-betul ingin jawaban
ilmiah, anda bisa mengikat seutas tali pendek pada barometer dan
menggoyangkannya seolah pendulum, pertama di permukaan tanah kemudian saat
di atas pencakar langit. Ketinggian pencakar langit bisa dihitung atas dasar
perbedaan kekuatan gravitasi T = 2 pi akar dari (l/g).”
“Atau kalau pencakar langitnya memiliki
tangga darurat yang eksternal, akan mudah sekali untuk menaiki tangga, lalu
menggunakan panjangnya barometer sebagai satuan ukuran pada dinding bangunan,
sehingga tinggi pencakar langit = penjumlahan seluruh satuan barometernya pada
dinding pencakar langit.”
“Bila anda hanya ingin membosankan dan
bersikap ortodoks, tentunya anda akan menggunakan barometer untuk mengukur
tekanan udara pada atap pencakar langit dan di permukaan tanah, lalu
mengkonversikan perbedaannya dari milibar ke satuan panjang untuk memperoleh
ketinggian bangunan.”
“Tetapi karena kita senantiasa ditekankan
agar menggunakan kebebasan berpikir dan menerapkan metoda-metoda ilmiah,
tentunya cara paling tepat adalah mengetuk pintu pengelola gedung dan
mengatakan: ‘Bila anda menginginkan barometer baru yang cantik, saya akan
memberikannya pada anda jika anda memberitahukan ketinggian pencakar langit
ini.”
Senin, 19 Januari 2015
Perbedaan Iman, Percaya dan Harapan
Iman
Ketika semua penduduk memutuskan untuk berdoa bersama di lapangan untuk meminta hujan. Tetapi hanya ada satu orang yang membawa payung.
Percaya
Ketika seorang anak kecil yang dilempar oleh ayahnya ke atas. Tetapi si anak tetap tertawa karena dia tahu ayahnya akan menangkapnya.
Ketika seorang anak kecil yang dilempar oleh ayahnya ke atas. Tetapi si anak tetap tertawa karena dia tahu ayahnya akan menangkapnya.
Kamis, 15 Januari 2015
Kata-kata Mutiara tentang Kehidupan 6
Ted Turner (1938 - ....)
"Untuk melakukan suatu pekerjaan dengan handal, Anda harus berkosentrasi di satu bidang saja, Jangan menjadi si ahli hal-hal yang tidak penting"
Bill Gates (1955 - ....)
"ika anda lahir miskin, itu bukan salah anda. Namun jika anda mati miskin, itu salah anda!"
Michael Dell (1965 - ....)
"Jangan pernah menjadi orang terpintar di ruangan"
Larry Page (1973 - ....)
"Taklukan mimpi besar, tidak ada kompetisi"
Phytagoras (582 - 496 SM)
"Pemikiran melahirkan tujuan. Tujuan menghasilkan tindakan. Tindakan membentuk kebiasaan. Kebiasaan membentuk wata, dan watak memperbaiki nasib. Kebiasaan akan membuat semuanya menjadi mudah dan ramah"
William James (1842 - 1910)
"Penemuan terbesar dalam generasi saya adalah bahwa kita dapat mengubah kehidupan kita dengan mengubah pola pikir kita"
Winston Churchill (1974 - 1985)
"Untuk melakukan suatu pekerjaan dengan handal, Anda harus berkosentrasi di satu bidang saja, Jangan menjadi si ahli hal-hal yang tidak penting"
Bill Gates (1955 - ....)
"ika anda lahir miskin, itu bukan salah anda. Namun jika anda mati miskin, itu salah anda!"
Michael Dell (1965 - ....)
"Jangan pernah menjadi orang terpintar di ruangan"
Larry Page (1973 - ....)
"Taklukan mimpi besar, tidak ada kompetisi"
Phytagoras (582 - 496 SM)
"Pemikiran melahirkan tujuan. Tujuan menghasilkan tindakan. Tindakan membentuk kebiasaan. Kebiasaan membentuk wata, dan watak memperbaiki nasib. Kebiasaan akan membuat semuanya menjadi mudah dan ramah"
William James (1842 - 1910)
"Penemuan terbesar dalam generasi saya adalah bahwa kita dapat mengubah kehidupan kita dengan mengubah pola pikir kita"
Winston Churchill (1974 - 1985)
Seorang pesimis melihat kesulitan dalam setiap kesempatan. Seorang optimis melihat kesempatan dalam setiap kesulitan.
Howard Schultz (1953 - ....)
Jim Rohn (1930 - 2009)
"Akan jadi apa Anda 5 tahun mendatang, tergantung pada apa yang Anda baca dan siapa teman anda sekarang ini"
Rofa Yulia Azhar (2015)
"Aku suka bangun pagi-pagi seklai, dengan begitu banyak hal yang dapat kulakukan"
"Akan jadi apa Anda 5 tahun mendatang, tergantung pada apa yang Anda baca dan siapa teman anda sekarang ini"
Rofa Yulia Azhar (2015)
Kamu terlalu lugu anak muda. Kalau pacar kamu, enggak pernah memajang foto kamu di foto profil medsos kamu atau di DP BBM kamu. Alasannya pasti hanya satu, Itu artinya ada perasaan orang lain yang sedang dia jaga.
Gambar Ilustrasi
Minggu, 11 Januari 2015
Rutinitas Orang Kaya
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 11 Januari 2015
Menjadi kaya adalah impian setiap makhluk hidup di dunia ini, terutama manusia dan ibu-ibu. Hari ini saya baru saja membaca buku The Habits of Millionaires karya Zaenuddin HM. Dalam bukunya menekankan tentang pentingnya karakter seseorang, sehingga dia bisa menjadi kaya.
Ada fakta yang cukup mencengangkan yang juga dikemukakan dalam buku ini. Ternyata sekitar 86% dari 100 orang terkaya di dunia saat ini, semuanya berasal dari usahanya sendiri. Jadi mereka kaya bukan karena warisan orang tuanya. Ini juga berarti kaya itu tidak harus selalu didukung dengan modal yang besar.
Mengapa orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin? Kebiasaan, cara berpikir dan tindakan! Itulah jawabannya. Perhatikanlah gambar perbandingan rutinitas orang kaya dan orang miskin di bawah ini:
Mungkin ada yang berpikir bahwa kenapa orang kaya bisa lebih sering membaca buku, mendengarkan musik, bersosialisasi dan bangun lebih cepat dikarenakan mereka mempunyai waktu lebih dalam hidupnya. Sedangkan orang miskin menghabiskan waktunya untuk bekerja keras. Itu salah besar!
Para orang kaya itu pada faktanya telah melakukan rutinitas tersebut sebelum mereka menjadi kaya.
Hal serupa juga saya lihat ketika saya tugas luar kota menuju NTT. Saya melihat kebanyakan orang miskin yang hidup di sana adalah orang yang malas-malas. Malah di sana tidak ada pengamen, tukang parkir dan pengemis walaupun banyak warganya yang miskin. Kenapa? Ini semua bermuara pada karakter. Itu jawabannya.
Menjadi kaya adalah impian setiap makhluk hidup di dunia ini, terutama manusia dan ibu-ibu. Hari ini saya baru saja membaca buku The Habits of Millionaires karya Zaenuddin HM. Dalam bukunya menekankan tentang pentingnya karakter seseorang, sehingga dia bisa menjadi kaya.
Ada fakta yang cukup mencengangkan yang juga dikemukakan dalam buku ini. Ternyata sekitar 86% dari 100 orang terkaya di dunia saat ini, semuanya berasal dari usahanya sendiri. Jadi mereka kaya bukan karena warisan orang tuanya. Ini juga berarti kaya itu tidak harus selalu didukung dengan modal yang besar.
Mengapa orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin? Kebiasaan, cara berpikir dan tindakan! Itulah jawabannya. Perhatikanlah gambar perbandingan rutinitas orang kaya dan orang miskin di bawah ini:
Gambar Perbandingan Rutinitas Orang Kaya dan Orang Miskin
Mungkin ada yang berpikir bahwa kenapa orang kaya bisa lebih sering membaca buku, mendengarkan musik, bersosialisasi dan bangun lebih cepat dikarenakan mereka mempunyai waktu lebih dalam hidupnya. Sedangkan orang miskin menghabiskan waktunya untuk bekerja keras. Itu salah besar!
Para orang kaya itu pada faktanya telah melakukan rutinitas tersebut sebelum mereka menjadi kaya.
Hal serupa juga saya lihat ketika saya tugas luar kota menuju NTT. Saya melihat kebanyakan orang miskin yang hidup di sana adalah orang yang malas-malas. Malah di sana tidak ada pengamen, tukang parkir dan pengemis walaupun banyak warganya yang miskin. Kenapa? Ini semua bermuara pada karakter. Itu jawabannya.
Selasa, 06 Januari 2015
Mengapa Kita Susah Move On?
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 6 Januari 2015
Bukan motivator, bukan paranormal. Hanya mencoba menjawab selogis-logisnya.
Pertanyaan:
Mengapa kita susah sekali untuk Move On? atau untuk bangkit dari keterpurukan? Padahal kita sudah berusaha maksimal sekali untuk bangkit. Sudah berbagai cara yang kita lakukan. Tapi tetap gagal.
Anonim
*Juga dirasakan oleh sebagian besar manusia di dunia
Jawaban:
Pertanyaan yang cukup bagus. Kenapa kita susah move on sebenarnya berkaitan dengan hukum aturan yang berlaku di alam semesta ini. Atau di sebut juga sebagai sunatullah. Manusia susah untuk bangkit karena sesuai dengan hukum I Newton (rumusnya ∑F = 0), bahwa benda yang sedang bergerak akan cenderung terus bergerak dan benda diam akan cenderung tetap diam. Hal ini kamu alami juga ketika kamu naik mobil dengan kelajuan tetap, lalu tiba-tiba ketika mobilnya mengerem mendadak badan kamu akan condong ke depan. Hal ini terjadi karena tubuh kamu sedang berusaha mempertahankan posisinya.
Nah, hal inilah yang menyebabkan kamu susah bangkit atau move on ketika terpuruk. Itu memang sudah aturannya dari Tuhan. Ketika kamu terpuruk saat itulah semua atom dalam tubuhmu berusaha untuk mempertahankan posisimu di posisi terpuruk. Jadi menurut saya nikmati saja, kamu bisa move on tapi tidak dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Biarkan mental kamu sembuh secara perlahan supaya pondasi yang dibuat kokoh.
Selamat move on!
Anda juga dapat mengajukan pertanyaan seputar sains, pendidikan, gaya hidup dan juga cinta ke www.RofaYuliaAzhar.com dengan cara mengirim email ke rofa_neutron1990@yahoo.co.id.
Pertanyaan anda Insya Allah akan secepatnya dibalas.
Bukan motivator, bukan paranormal. Hanya mencoba menjawab selogis-logisnya.
Pertanyaan:
Mengapa kita susah sekali untuk Move On? atau untuk bangkit dari keterpurukan? Padahal kita sudah berusaha maksimal sekali untuk bangkit. Sudah berbagai cara yang kita lakukan. Tapi tetap gagal.
Anonim
*Juga dirasakan oleh sebagian besar manusia di dunia
Jawaban:
Pertanyaan yang cukup bagus. Kenapa kita susah move on sebenarnya berkaitan dengan hukum aturan yang berlaku di alam semesta ini. Atau di sebut juga sebagai sunatullah. Manusia susah untuk bangkit karena sesuai dengan hukum I Newton (rumusnya ∑F = 0), bahwa benda yang sedang bergerak akan cenderung terus bergerak dan benda diam akan cenderung tetap diam. Hal ini kamu alami juga ketika kamu naik mobil dengan kelajuan tetap, lalu tiba-tiba ketika mobilnya mengerem mendadak badan kamu akan condong ke depan. Hal ini terjadi karena tubuh kamu sedang berusaha mempertahankan posisinya.
Nah, hal inilah yang menyebabkan kamu susah bangkit atau move on ketika terpuruk. Itu memang sudah aturannya dari Tuhan. Ketika kamu terpuruk saat itulah semua atom dalam tubuhmu berusaha untuk mempertahankan posisimu di posisi terpuruk. Jadi menurut saya nikmati saja, kamu bisa move on tapi tidak dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Biarkan mental kamu sembuh secara perlahan supaya pondasi yang dibuat kokoh.
Selamat move on!
Gambar Ilustrasi
Jumat, 02 Januari 2015
Kata-kata Mutiara tentang Kehidupan 5
Sudjiwo Tejo (1962 - ....)
"Cinta bukan pengorbanan. Jika kau merasa berkorban, saat itu cintamu mulai pudar"
Ronald Frank (
"Masalah cinta tidak disebabkan oleh kamu atau aku, melainkan oleh kita"
Pidi Baiq (1972 - ....)
"Cinta lebih mudah dirasakan daripada harus dimengerti, itulah mungkin mengapa cinta lebih butuh balasan dibandingkan alasan"
Mario Teguh (1956 - ....)
"Seburuk dan sekelam apapun masa lalumu, masa depanmu masih suci"
Maya Angelou (1928 - 2014)
"Aku memperhatikan bahwa orang-orang akan melupakan apa yang kamu katakan, orang-orang akan melupakan apa yang kamu lakukan, tetapi orang-orang tidak akan melupakan bagaimana perasaan mereka terhadapmu"
Bob Marley (1945 - 1981)
"Kamu bilang kamu suka hujan, tapi kamu malah menggunakan payung ketika hujan turun. Kamu bilang kamu suka matahari, tapi kamu malah berteduh ketika matahari menyapamu. Kamu bilang kamu suka angin, tapi kamu malah menutup jendela ketika angin berhembus. Maka dari itu, aku sangat takut, ketika kamu bilang bahwa kamu suka aku"
Rofa Yulia Azhar (2015)
Saat jatuh cinta, tingkat IQ seseorang akan jatuh pada titik terendah sehingga:
- Mudah dibohongi,
- Mudah dibodohi, dan
- Mudah percaya
Selanjutnya Kata-kata Mutiara tentang Kehidupan 6 (Klik untuk selengkapnya)
"Cinta bukan pengorbanan. Jika kau merasa berkorban, saat itu cintamu mulai pudar"
Ronald Frank (
"Masalah cinta tidak disebabkan oleh kamu atau aku, melainkan oleh kita"
Pidi Baiq (1972 - ....)
"Cinta lebih mudah dirasakan daripada harus dimengerti, itulah mungkin mengapa cinta lebih butuh balasan dibandingkan alasan"
Mario Teguh (1956 - ....)
"Seburuk dan sekelam apapun masa lalumu, masa depanmu masih suci"
Maya Angelou (1928 - 2014)
"Aku memperhatikan bahwa orang-orang akan melupakan apa yang kamu katakan, orang-orang akan melupakan apa yang kamu lakukan, tetapi orang-orang tidak akan melupakan bagaimana perasaan mereka terhadapmu"
Bob Marley (1945 - 1981)
"Kamu bilang kamu suka hujan, tapi kamu malah menggunakan payung ketika hujan turun. Kamu bilang kamu suka matahari, tapi kamu malah berteduh ketika matahari menyapamu. Kamu bilang kamu suka angin, tapi kamu malah menutup jendela ketika angin berhembus. Maka dari itu, aku sangat takut, ketika kamu bilang bahwa kamu suka aku"
Rofa Yulia Azhar (2015)
Saat jatuh cinta, tingkat IQ seseorang akan jatuh pada titik terendah sehingga:
- Mudah dibohongi,
- Mudah dibodohi, dan
- Mudah percaya
Rofa Yulia Azhar (2014)
Rofa Yulia Azhar (2014)
Rofa Yulia Azhar (2014)
Pada akhirnya wanita yang apa adanya dalam menyatakan perasaannya kepada pria akan unggul dari wanita yang sukanya memberi "kode" terhadap pria.
Mungkin inilah alasan kenapa banyak pria yang jomblo dalam jangka waktu lama. Itu karena mereka tidak pintar dalam memecahkan "kode" yang diberikan wanita.
Meski dikhianati, meski dicurangi, meski ditipu, meski tak dibalas, meski tak diacuhkan, meski dihina:
Cinta yang kamu beri kepada seseorang #pasti kembali. Baik melalui orang yang kamu beri cinta, maupun melalui orang lain. Itu pasti!
Rofa Yulia Azhar (2014)
Betul! Setuju! Memang benar!
Merokok itu memang adalah hak Anda,
Tapi tolong ingat, menghirup udara bersih juga merupakan hak saya,
Hak tetangga saya,
Hak keluarga saya,
Hak anak dan cucu saya kelak,
Hak amoeba, paramecium, flagelata,
dan mungkin juga hak pacar dan istri saya kelak.
Merokok itu memang adalah hak Anda,
Tapi tolong ingat, menghirup udara bersih juga merupakan hak saya,
Hak tetangga saya,
Hak keluarga saya,
Hak anak dan cucu saya kelak,
Hak amoeba, paramecium, flagelata,
dan mungkin juga hak pacar dan istri saya kelak.
Jadi marilah saling menghargai. Hak anda dibatasi hak orang lain.
Rofa Yulia Azhar (2015)
Dalam menjalani hidup ini....
Kita boleh mengeluh,
Kita boleh terjatuh,
Kita boleh gagal,
Kita boleh kesal,
Kita boleh marah,
Kita boleh serapah,
Kita boleh mengeluh,
Kita boleh terjatuh,
Kita boleh gagal,
Kita boleh kesal,
Kita boleh marah,
Kita boleh serapah,
Kita boleh menangis,
Kita boleh terkikis,
Kita boleh terkikis,
Tapi jangan sampai kita menyerah,
Karena menyerah artinya kalah....
Selanjutnya Kata-kata Mutiara tentang Kehidupan 6 (Klik untuk selengkapnya)
Gambar Ilustrasi
[Gambar] Menyerah Artinya Kalah
Oleh: Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit: 2 Januari 2015
Ingin teriak kepada orang-orang yang menjalani hidup di muka bumi ini
Tentang kekalahan....
Tentang derita dan tangisan....
Kalian boleh melakukan hal apapun ketika kecewa, gagal dan putus asa.
Tapi jangan pernah menyerah, karena menyerah artinya kalah...
Terima kasih untuk samadin yang mengikhlaskan dirinya menjadi bagian karya saya. Foto dirimu akan selalu dikenang.
Cikuray, Garut
1 Januari 2015
Langganan:
Postingan
(
Atom
)




















